Ketua DPD RI Ajak Masyarakat Lawan Aksi Penipuan dengan Modus Vaksin COVID-19
Kamis, 04 Maret 2021 - 14:10 WIB
loading...
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti berharap aksi-aksi penipuan dengan memanfaatkan program vaksinasi COVID-19 bisa diatasi aparat penegak hukum. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Aksi penipuan masih saja marak di masyarakat. Modus yang digunakan pun beragam, dari pinjaman online, investasi bodong, hingga yang terbaru memanfaatkan program vaksinasi COVID-19 . Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti berharap aksi-aksi ini bisa diatasi. Ia pun mengajak masyarakat melawan seluruh aksi penipuan.
LaNyalla menjelaskan, aksi tipu-tipu yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab ini memilih korbannya secara random. Artinya, siapa pun bisa menjadi korban. Baca juga: Tips Hindari Penipuan Email Palsu di Facebook dan Instagram
"Masyarakat harus waspada terhadap aksi penipuan. Apalagi aksi penipuan selalu memanfaatkan berbagai macam program yang sedang digulirkan. Polri pun menyebut ada ribuan penipu sudah bersiap memanfaatkan program vaksinasi COVID-19 untuk melakukan aksi kejahatannya," tuturnya, Kamis (4/3/2021).
Senator asal Jawa Timur itu menambahkan untuk memperlancar aksinya pelaku sudah mengantongi sejumlah data korban seperti nama, nomor telepon, dan email.
"Dengan menjalankan modus operandi berpura-pura sebagai Tenaga Kesehatan (Nakes), pelaku mengaku bisa mempercepat antrean. Namun, ia meminta bayaran melalui transfer uang ke bank dan dilakukan via SMS atau telepon," jelas LaNyalla.
LaNyalla menjelaskan, aksi tipu-tipu yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab ini memilih korbannya secara random. Artinya, siapa pun bisa menjadi korban. Baca juga: Tips Hindari Penipuan Email Palsu di Facebook dan Instagram
"Masyarakat harus waspada terhadap aksi penipuan. Apalagi aksi penipuan selalu memanfaatkan berbagai macam program yang sedang digulirkan. Polri pun menyebut ada ribuan penipu sudah bersiap memanfaatkan program vaksinasi COVID-19 untuk melakukan aksi kejahatannya," tuturnya, Kamis (4/3/2021).
Senator asal Jawa Timur itu menambahkan untuk memperlancar aksinya pelaku sudah mengantongi sejumlah data korban seperti nama, nomor telepon, dan email.
"Dengan menjalankan modus operandi berpura-pura sebagai Tenaga Kesehatan (Nakes), pelaku mengaku bisa mempercepat antrean. Namun, ia meminta bayaran melalui transfer uang ke bank dan dilakukan via SMS atau telepon," jelas LaNyalla.
Lihat Juga :