Pemerintah Izinkan Vaksinasi Mandiri, PKS: Terlalu Cepat!

Rabu, 03 Maret 2021 - 10:01 WIB
loading...
Pemerintah Izinkan Vaksinasi...
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera. Foto/dok PKS
A A A
JAKARTA - Pemerintah telah mengeluarkan beleid mengenai vaksinasi mandiri lewat Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menilai vaksinasi terhadap seluruh masyarakat seharusnya menjadi tanggung jawab negara.

Menurut dia, kebijakan memperbolehkan vaksinasi mandiri terlalu cepat. “Kita melihat program vaksin (yang sekarang-red) saja masih banyak menemukan kendala, mulai dari proses produksi vaksin Covid-19, mekanisme distribusi sampai penyuntikan. PT Bio Farma masih kesulitan dalam mengolah bahan baku menjadi vaksin jadi,” ujarnya, Rabu (3/3/2021).

Dia menjelaskan produksi vaksin yang lambat akan berimbas terhambatnya distribusi ke daerah. Padahal, masyarakat tengah menunggu untuk bisa melakukan vaksinasi.Baca juga: Lampu Hijau untuk Vaksinasi Mandiri

Rasio vaksinasi di Indonesia masih di angka 100.000 per hari. Dengan jumlah tersebut, muncul pertanyaan apakah target Presiden Jokowi yang ingin vaksinasi selesai dalam setahun akan tercapai.

“Target 182 juta penerima, lalu dikali dua dosis untuk dua kali penyuntikan. Berarti ada 1 juta orang yang harus disuntik per harinya,” tutur anggota Komisi II DPR ini.

Jika masih 100.000 per hari, menurutnya, program vaksinasi ini baru akan selesai 10 tahun mendatang. Dia mengakui sebuah program massal selalu memiliki tantangan besar, yakni akurasi data. Itu mesti dikawal bersama. Baca Juga: Ekonom: Vaksinasi Mandiri Beratkan Pengusaha Kecil
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
PKS Tekankan Peran Perempuan...
PKS Tekankan Peran Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Keluarga dan Nasional
PKS Perkuat Fundamental...
PKS Perkuat Fundamental Bangsa di Tengah Dinamika Global dan Nasional
Dorong Pendidikan Bermutu,...
Dorong Pendidikan Bermutu, PKS Salurkan Bantuan dan Apresiasi Guru Inspiratif
Almuzzammil: Milad ke-24...
Almuzzammil: Milad ke-24 PKS Momentum Gerakan Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi
Respons Usulan KPK,...
Respons Usulan KPK, PKS Akui Sudah Batasi Masa Jabatan Ketum Maksimal 2 Periode
Peduli Keselamatan Pemudik,...
Peduli Keselamatan Pemudik, PKS Dirikan Posko Pelayanan Mudik Gratis
Pimpin PKS Jabar, Abah...
Pimpin PKS Jabar, Abah Iwan: Pelayanan, Advokasi, dan Keberpihakan Adalah Napas Perjuangan Kita
Legawa Hasil Pilkada...
Legawa Hasil Pilkada Jakarta, PKS: Semoga Pemimpin Baru Melayani Rakyat
Rekomendasi
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
Berita Terkini
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved