Legislator PKS: Ide Paspor Vaksin Covid Jangan Lemahkan Prokes
Selasa, 02 Maret 2021 - 13:58 WIB
loading...
Anggota Komisi IX DPR RI dari PKS Kurniasih Mufidayati menilai ide paspor vaksin yang dicanangkan negara-negara Eropa masih jauh dari keperluan mendasar yang dibutuhkan oleh Indonesia. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Paspor vaksin yang diusulkan beberapa negara-negara di Eropa utamanya Yunani, Italia dan Spanyol menimbulkan pro dan kontra. Negara-negara Eropa itu yang sebagian besar pemasukannya bergantung pada devisa pariwisata, mengusulkan paspor vaksin untuk mempermudah persyaratan yang diperlukan bagi perjalanan antar wilayah dan negara.
Legislator asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kurniasih Mufidayati menilai ide paspor vaksin masih jauh dari keperluan mendasar yang dibutuhkan oleh Indonesia. Menurut dia, persoalan di Indonesia masih sangat mendasar, yaitu penerapan 3T, 5M dan vaksinasi. "Jangan sampai keinginan dan cita-cita yang terlalu jauh ini malah mengacaukan dan atau menghambat pelaksanaan 3 hal mendasar tadi," ujar Mufida dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (2/3/2021). Baca juga: Waspada! Dua Kasus Mutasi Covid-19 B117 dari Inggris Ditemukan di Indonesia
Anggota Komisi IX DPR RI ini mengatakan, pada moment satu tahun pandemi, Indonesia saat ini belum bisa dikatakan berhasil dalam menangani penyebaran virus Covid-19. Dia menilai kemampuan 3T oleh pemerintah masih sangat rendah. Baca juga: Kemlu: 3.677 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri
Penurunan jumlah kasus yang saat ini tercatat diduga bukan dikarenakan sudah terkendalinya penyebaran virus ini akan tetapi lebih kepada penurunan jumlah tes yang dilakukan. Anggota DPR RI dari Dapil DKI Jakarta II ini menekankan, capaian vaksinasi di Tanah Air juga masih rendah dan masih jauh di bawah target yang ditentukan sendiri oleh pemerintah. "Karena itu, saya berpesan, janganlah kita disibukan dengan hal-hal lain dan melupakan serta menunda hal-hal yang mendasar," katanya.
Mufida menambahkan, paspor vaksin ini perlu dikaji secara lebih mendalam dan serius. Dengan paspor ini berarti akan banyak perjalanan keluar masuk Indonesia. Hal ini akan semakin menyulitkan proses karantina vaksin dan juga proses tracing-nya.
Legislator asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kurniasih Mufidayati menilai ide paspor vaksin masih jauh dari keperluan mendasar yang dibutuhkan oleh Indonesia. Menurut dia, persoalan di Indonesia masih sangat mendasar, yaitu penerapan 3T, 5M dan vaksinasi. "Jangan sampai keinginan dan cita-cita yang terlalu jauh ini malah mengacaukan dan atau menghambat pelaksanaan 3 hal mendasar tadi," ujar Mufida dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (2/3/2021). Baca juga: Waspada! Dua Kasus Mutasi Covid-19 B117 dari Inggris Ditemukan di Indonesia
Anggota Komisi IX DPR RI ini mengatakan, pada moment satu tahun pandemi, Indonesia saat ini belum bisa dikatakan berhasil dalam menangani penyebaran virus Covid-19. Dia menilai kemampuan 3T oleh pemerintah masih sangat rendah. Baca juga: Kemlu: 3.677 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri
Penurunan jumlah kasus yang saat ini tercatat diduga bukan dikarenakan sudah terkendalinya penyebaran virus ini akan tetapi lebih kepada penurunan jumlah tes yang dilakukan. Anggota DPR RI dari Dapil DKI Jakarta II ini menekankan, capaian vaksinasi di Tanah Air juga masih rendah dan masih jauh di bawah target yang ditentukan sendiri oleh pemerintah. "Karena itu, saya berpesan, janganlah kita disibukan dengan hal-hal lain dan melupakan serta menunda hal-hal yang mendasar," katanya.
Mufida menambahkan, paspor vaksin ini perlu dikaji secara lebih mendalam dan serius. Dengan paspor ini berarti akan banyak perjalanan keluar masuk Indonesia. Hal ini akan semakin menyulitkan proses karantina vaksin dan juga proses tracing-nya.
Lihat Juga :