Kebijakan Pemerintah Tangani Covid-19 Berubah-ubah, Rakyat Jadi Bingung

Selasa, 02 Maret 2021 - 12:19 WIB
loading...
Kebijakan Pemerintah...
Jaringan Pemuda Indonesia (JAPI) menilai pemerintah gagal menangani Covid-19. Pasalnya pandemi virus Corona yang sudah setahun ini masih terus menyebar di Indonesia. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Jaringan Pemuda Indonesia (JAPI) menilai pemerintah gagal menangani Covid-19. Pasalnya, pandemi virus Corona yang sudah setahun ini masih terus menyebar di Indonesia.

"Selama setahun kebijakan menangani pandemi selalu berubah-ubah dari PSBB, PSBB mikro, PPKM serta PPKM mikro. Padahal aturannya sama membatasi mobilitas dan kegiatan masyarakat. Sempat diakui Presiden kebijakan PPKM tidak efektif sehingga terlihat kebijakan tanpa kajian serius," kata Ketua JAPI Iradat Ismail di Jakarta, Selasa (2/3/2021). Baca juga: Waspada! Dua Kasus Mutasi Covid-19 B117 dari Inggris Ditemukan di Indonesia

Selama ini, menurut Iradat, kasus positif Covid-19 mingguan di Indonesia juga terus bertambah, bukan malah menurun. Bahkan Indonesia menempati nomor satu di Asia Tenggara dan menduduki posisi sembilan di dunia. Mantan Ketua PII Maluku Utara ini juga mengatakan sejak awal pemerintah tidak cepat menangani pandemi Covid-19 mulai pemakaian masker hingga solusi vaksinasi. Baca juga: Peran TNI Menangani Covid -19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional

Ditambah bantuan sosial untuk warga terdampak pandemi dikorupsi sehingga membuat masyarakat dirugikan. Selain itu, kebijakan menghindari kerumunan, protokol kesehatan, dan menjaga jarak dilarang sendiri oleh pemerintah. Contohnya kunjungan Presiden Jokowi di Maumere, NTT yang terjadi kerumunan di tengah pandemi Covid-19.

"Kalau kubu lawan pemerintah yang berkerumun pasti dilakukan tindakan hukum tapi kalau kubu pemerintah pasti tidak dinyatakan bersalah oleh hukum dengan alasan berbagai macam. Kegiatan Presiden tidak mungkin spontinas semua pasti diatur dan dijalankan dengan rapih dan clean. Kalau hanya acara peresmian bisa dilakukan virtual," kata salah satu pendiri Forum Alumni PII.

Untuk vaksinasi, kata dia harus segera diaudit jumlah dosis yang disuntik kepada seluruh pihak karena tidak semua masyarakat terima vaksin. Diharapkan audit vaksin agar terjadi tepat sasaran dengan jumlah yang didistribusi dengan yang disuntikan kepada masyarakat. "Audit tujuannya untuk mendata jumlah vaksinasi, misalnya yang diterima 100 ternyata yang disuntik 50 tapi yang dilaporkan 100, terus yang 50 kemana? Ini harus menjadi perhatian publik," kata dia.

Diketahui, pandemi Covid-19 baru pertama kali masuk ke Indonesia pada 2 Maret 2020 lalu. Ketika itu kasus pertama langsung diumumkan Presiden Jokowi dengan didampingi Menkes Agus Terawan Putranto.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mekeng Ungkap Izin Tambang...
Mekeng Ungkap Izin Tambang Nikel di Raja Ampat Terbit Pada 2017
Ridwan Kamil Ucapkan...
Ridwan Kamil Ucapkan Terima Kasih ke Jokowi Atas Kepemimpinannya selama 10 Tahun
KIS, Kartu Ajaib Era...
KIS, Kartu Ajaib Era Jokowi yang Memudahkan Masyarakat Dapatkan Layanan Kesehatan Gratis
Transformasi Layanan...
Transformasi Layanan Kesehatan di Era Jokowi demi Mewujudkan Indonesia Maju
Prabowo Mulai Susun...
Prabowo Mulai Susun Kabinet, Kader PDIP Berpeluang Dapat Kursi Menteri
Jelang Purnatugas, Presiden...
Jelang Purnatugas, Presiden Jokowi Mulai Kemasi Barang-barang
Viral Pabrik Esemka...
Viral Pabrik Esemka Terlihat Sepi, Berikut Beragam Komentar Netizen
Melanjutkan 10 Tahun...
Melanjutkan 10 Tahun Pemerataan Infrastruktur Telekomunikasi ke Era Prabowo-Gibran
Satu Dekade Jokowi:...
Satu Dekade Jokowi: Menyambung Sinyal hingga ke Pulau Terkecil
Rekomendasi
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
KKP Luncurkan Ocean...
KKP Luncurkan Ocean Institute of Indonesia, Enam Menteri Ikut Meresmikan
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
Berita Terkini
Menteri Dody Ungkap...
Menteri Dody Ungkap Masalah Internal Kementerian PU Sangat Serius, Bongkar Berbagai Kasus termasuk Korupsi
OTT di Lombok Barat,...
OTT di Lombok Barat, KPK Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar
Kemendagri Kawal Penanganan...
Kemendagri Kawal Penanganan Tuberkulosis dalam RPJMD, RKPD, hingga APBD
Sangkal Isu Reshuffle,...
Sangkal Isu Reshuffle, Mensesneg: Evaluasi Tak Selalu Berujung Pergantian Menteri
Dukungan Publik Jadi...
Dukungan Publik Jadi Kunci Kejagung Tuntaskan Kasus Febrie Adriansyah
Mensesneg Ungkap Anggaran...
Mensesneg Ungkap Anggaran MBG Berpotensi Turun usai Validasi Data
Infografis
Jens Raven Layak Jadi...
Jens Raven Layak Jadi Striker Utama di Timnas Indonesia U-19
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved