Halau Perempuan dari Pengaruh Konservatisme-Radikalisme

Senin, 01 Maret 2021 - 12:32 WIB
loading...
A A A
Pertama, perempuan dianggap bisa menjadi pengikut yang loyal dan patuh kepada suami atau atasan yang menurutnya sangat kharismatik dan penyayang. Dalam pengaruh emosional yang dalam, akal sehat perampuan seringkali tidak berdaya oleh perasaan hatinya yang kadung cinta.

Kedua, "belaian" konservatisme ajaran agama yang menjanjikan keindahan surga, menjadi faktor paling menentukan bagi perampuan muslimah untuk percaya dan tunduk kepada ajakan radikal jahat untuk memerangi kaum yang bagi mereka halal darahnya.

Menurut dia, kemampuan mengakses media sosial secara intensif, tanpa dibekali literasi keilmuan dan pengetahuan yang cukup menjadi penyebab yang sistematis bagi kaum perampuan untuk sekedar mendalami apa yang disebut oleh Buya Safi’i Ma’arif sebagai paradigma teologi maut ini.

Baca juga: Pembentukan Komcad untuk Perkuat Pertahanan Negara Redam Radikalisme

Kondisi emosional perampuan yang sering tidak stabil akibat berbagai jenis tekanan hidup, lanjut dia, diketahui menjadi pintu masuk yang efektif bagi aktivis radikalisme.

"Tawaran untuk mengakhiri jalan hidup dengan kompensasi surga sepertinya menarik bagi banyak perampuan putus asa di era sekarang. Dalam konteks ini, harus kita akui bahwa ketimpangan sosial dan ketidakadilan ekonomi menjadi penyebab paling mendasar bagi terekrutnya perempuan," tuturnya.

Sedangkan bagi aktor intelektual radikalisme dan terorisme, pelibatan perempuan dianggap sebagai siasat yang dapat mengelabui aparat penegak hukum. Kepiawaian perampuan dalam menjalankan misi rahasia diakui memiliki pengaruh yang besar dalam pertimbangan para pelaku utama kejahatan terorisme.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Membangun Ekosistem...
Membangun Ekosistem Haji Masa Depan: Ramah Perempuan, Lansia, Difabel dan Lingkungan
PKS Tekankan Peran Perempuan...
PKS Tekankan Peran Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Keluarga dan Nasional
Densus Ungkap 247 Anak...
Densus Ungkap 247 Anak Terpapar Radikalisme dan Kekerasan Sepanjang 2026
Pendampingan PNM Mekaar...
Pendampingan PNM Mekaar Antar Perempuan UMKM Raih Prestasi Nasional
Kolaborasi PNM dan MES...
Kolaborasi PNM dan MES Tingkatkan Kesejahteraan Perempuan lewat Program Mba Maya
Tak Hanya Hukum Oknum...
Tak Hanya Hukum Oknum Polisi, Selly DPR Minta Usut Tuntas Penganiayaan Perempuan Cirebon
Perempuan Desa Ambil...
Perempuan Desa Ambil Peran, Perkuat Generasi Muda Nusantara
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
Rekomendasi
Tim Robot Humanoid ITS...
Tim Robot Humanoid ITS Raih Juara di Ajang Internasional RoboCup 2026
Tzuyu Tinggalkan JYP...
Tzuyu Tinggalkan JYP Entertainment setelah 11 Tahun, Begini Nasibnya di TWICE
MNC University Hadiri...
MNC University Hadiri Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79, Perkuat Wawasan Mahasiswa tentang Ekonomi Kerakyatan
Berita Terkini
Siap Hadapi Persidangan,...
Siap Hadapi Persidangan, Gus Yaqut: Ungkap Mana yang Benar dan Salah
Kemendukbangga Perkuat...
Kemendukbangga Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Bonus Demografi dan Penurunan Stunting
Akan Atur Royalti Dalam...
Akan Atur Royalti Dalam UU, Baleg DPR: Karya Jurnalistik juga Miliki Hak Cipta
HNSI Nilai Kebijakan...
HNSI Nilai Kebijakan BBM Khusus Nelayan Bukti Keberpihakan Presiden Prabowo
Dakwaan dr Tifa dan...
Dakwaan dr Tifa dan Batas Negara Memidanakan Pendapat di Dialog Televisi
Mahfud MD Ungkap Skenario...
Mahfud MD Ungkap Skenario Eks Jampidsus Ajukan Praperadilan dan Berakhir Menang
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved