Diduga dari Duit Suap Benur, KPK Bidik Aset-aset Edhy Prabowo
Kamis, 25 Februari 2021 - 13:17 WIB
loading...
KPK sedang fokus mendalami dugaan duit suap perizinan ekspor benur yang mengalir ke sejumlah aset Edhy Prabowo. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) menduga uang suap proses perizinan ekspor benih bening lobster (benur) mengalir ke sejumlah aset milik mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan sekretarisnya, Andreau Misanta Pribadi.
Demikian hal itu terungkap dari materi pemeriksaan terhadap sejumlah saksi kasus dugaan suap benih lobster. Salah satu saksi yang didalami terkait dugaan aliran uang itu yakni, seorang Notaris, Selasih. Selasih diperiksa sebagai saksi pada Rabu, 24 Februari 2021, kemarin.
(Baca: KPK Panggil Mantan Dirjen Perikanan Tangkap Jalan terkait Suap Ekspor Benur)
Penyidik mendalami keterangan saksi Selasih ihwal tanah yang dibeli oleh Andreau Misanta Pribadi. Diduga, Andreau membeli tanah dengan menggunakan kumpulan uang dari para eksportir benih lobster.
"Selasih (Notaris), didalami keterangannya terkait dugaan pembelian tanah oleh tersangka APM (Andreau Pribadi Misata) melalui istrinya yang diduga bersumber dari kumpulan uang para eksportir yang mendapatkan izin ekspor benur di KKP tahun 2020," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (25/2/2021).
Demikian hal itu terungkap dari materi pemeriksaan terhadap sejumlah saksi kasus dugaan suap benih lobster. Salah satu saksi yang didalami terkait dugaan aliran uang itu yakni, seorang Notaris, Selasih. Selasih diperiksa sebagai saksi pada Rabu, 24 Februari 2021, kemarin.
(Baca: KPK Panggil Mantan Dirjen Perikanan Tangkap Jalan terkait Suap Ekspor Benur)
Penyidik mendalami keterangan saksi Selasih ihwal tanah yang dibeli oleh Andreau Misanta Pribadi. Diduga, Andreau membeli tanah dengan menggunakan kumpulan uang dari para eksportir benih lobster.
"Selasih (Notaris), didalami keterangannya terkait dugaan pembelian tanah oleh tersangka APM (Andreau Pribadi Misata) melalui istrinya yang diduga bersumber dari kumpulan uang para eksportir yang mendapatkan izin ekspor benur di KKP tahun 2020," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (25/2/2021).
Lihat Juga :