Gelar Perkara Invetasi Bodong Pohon Jabon, Mabes Polri Panggil Perwakilan Ribuan Korban

Kamis, 25 Februari 2021 - 01:05 WIB
loading...
Gelar Perkara Invetasi...
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A A A
JAKARTA - Sebanyak 14 orang yang mewakili ribuan korban investasi bodong pohon jati kebon (jabon) mendatangi tim penyelidik Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (24/2/2021).

Para korban melaporkan manajemen PT Global Agrobisnis (GAB) yang menjalankan bisnis tanam jati kebon dengan kedok penghijauan dan iming- iming keuntungan berlipat. PT GAB adalah anak perusahaan PT Global Media Nusantara yang berbasis di Kota Bandung.

“Kami telah memasukkan laporan pada 5 Februari 2021, dan hari ini kami dipanggil tim penyelidik Mabes Polri untuk gelar perkara,” kata Susi Fianti salah seorang pelaor di Mabes Plolri, Jakarta Selatan, Rabu (23/2/2021).

Tidak hanya Susi, korban lainnya yang berasal dari Sulawesi Selatan, Jakarta, Bandung, Aceh, Kalimantan, dan Jawa Timur pun turut hadir dalam gelar perkara tersebut.

Mursalihin Ode Madi yang bertindak sebagai pengacara korban mengatakan, awalnya korban melaporkan manajemen PT GAB/GMN dengan pasal tindak pidana penipuan dan TPPU (pencucian uang) sebagaimana diatur Pasal 378 KUHP dan Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

“Namun setelah gelar perkara, pasalnya bertambah lagi jadi pasal penggelapan. Kami melaporkan WP, AS, DS selaku manajemen PT GAB/GMN,” kata Mursalihin.

Baca juga: Kalau Blokir VTube Dibuka, Cuma Modal Rebahan Kita Bisa Dapat Jutaan Rupiah

Karena sudah merugikan banyak korban, dia pun berharap Mabes Polri mendalami kasus penipuan tersebut. Diperkirakan jumlah uang yang masuk ke rekening perusahaan mencapai Rp378 miliar dari sekitar 123.000 mitra pohon.

Korban lainnya, Okih Sopandi menjelaskan, dalam perjanjian awal pada investasi itu pihak perusahaan mamatok harga satu pohon bibit jabon Rp350.000. Omzet yang masuk Rp378 miliar, seharusnya ada 1.080.000 pohon jabon yang ditanam dan panen dalam waktu lima tahun.

"Satu pohon dijanjikan akan dijualkan perusahaan dengan nilai Rp1.050.000. Namun kini perusahaan menyatakan jabon yang ditanam gagal kubikasi. Kalau gagal panen, kenapa kok bisa seluruh Indonesia gagal panen. Tidak masuk akal,” kata Okih Sopandi, korban dari Bandung.

Mitra pohon yang disebut Green Warrior dan programnya bernama I-Gist, bukan saja berasal dari Sabang sampai Merauke, tapi banyak TKI di luar negeri seperti Hongkong, Cina , dan Arab Saudi menjadi korban. “Korban itu dari mulai driver ojol sampai pejabat publik juga ada,” ungkapnya.

Menurut korban lain, Achmad (37) dari Bandung, sistem bisnis jabon I-Gist menggunakan skema piramida atau MLM. “Kami dituntut 'ayo bantu mitra kita supaya bisa panen, sukseskan hilirnya kamu beli ya'. Ngadain promo-promo sampai ke luar negeri buat orang-orang yang beli paket. Padahal mereka ke luar negeri itu secara tidak sadar pakai uangnya sendiri (yang diputar-putar)," ungkapnya.

Kejanggalan itu pun semakin menguat mana kala para korban menanyakan nasib investasi pohon yang telah mereka keluarkan. Erna korban lainnya menuturkan, sebelum melayangkan laporan ke Mabes Polri, akhir Januari 2021 para korban menggeruduk kantor PT GMN di Jalan Terusan Jakarta, Kota Bandung. Korban juga datang ke rumah Dirut PT GMN Wira Pradana di kawasan elite Summarecon Bandung namun dihalangi petugas keamanan.

Kedatangan para korban pada waktu itu menuntut terkait transparansi perusahaan. Sebab, kata dia, dari temuan di lapangan, banyak pohon yang tidak dirawat sehingga gagal panen. Padahal sesuai akad perjanjian, perusahaan memiliki kewajiban merawat pohon dan memfasilitasi panen dengan menjualkan kayu jabon ke pasar. “Tapi ternyata itu tidak dilakukan perusahaan,” kata Erna, juga korban dari Bandung.

Sejak mencium ada ketidakberesan dalam bisnis ini pada 2017, banyak korban mengecek ke lokasi gigit jari karena pohonnya tidak ada. Para korban menduga pohon sudah ditebang duluan oleh pemilik lahan yang disewa perusahaan. Pohon itu terpaksa ditebang tanpa sepengetahuan Green Warrior, untuk membayar PBB.

Paling mengejutkan, ada korban yang menemukan bahwa perusahaan ternyata hanya mengklaim pohon jabon milik warga lalu menerbitkan sertipikat kepemilikan kepada mitra pohon.

Para korban kini meminta bantuan masyarakat Indonesia terutama berbagai komunitas antiponzi untuk menyukseskan petisi yang dibuat di situs www.change.org dengan link: http://chng.it/mVk2h4pwvk, karena perusahaan terus mencari skema bisnis baru yang berpotensi memunculkan korban baru.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Imigrasi Tangkap 16...
Imigrasi Tangkap 16 WNA di Sukabumi Diduga Lakukan Love Scamming
Polri Ungkap Kasus Kerugian...
Polri Ungkap Kasus Kerugian Penipuan Haji Ilegal Mencapai Rp92,64 Miliar
Sahroni Sangkal Beri...
Sahroni Sangkal Beri Uang Rp300 Juta ke Kabiro Penindakan KPK Gadungan untuk Urus Perkara
Minta Uang ke Anggota...
Minta Uang ke Anggota DPR, 4 Orang Mengaku Utusan Pimpinan KPK Ditangkap
Dugaan Penipuan PT DSI,...
Dugaan Penipuan PT DSI, Polri Periksa 90 Saksi dan Blokir 80 Rekening
Eks Direktur Sekaligus...
Eks Direktur Sekaligus Founder Dana Syariah Indonesia Jadi Tersangka
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Kasus Hanania Group,...
Kasus Hanania Group, Awkarin Tegaskan Kerja Sama Hanya Barter Fasilitas Umrah
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Rekomendasi
Pascaramai Diprotes,...
Pascaramai Diprotes, Menkeu Purbaya Klaim 95,45% Pencairan JHT Bebas Pajak
Telepon dari Customer...
Telepon dari Customer Bikin Syok! Siapa Sosok yang Sebenarnya Dibonceng Ojol Ini?
Roy Suryo Siapkan Saksi...
Roy Suryo Siapkan Saksi Buktikan Penangkapannya Tidak Sesuai Aturan
Berita Terkini
Polri Kini Punya 54...
Polri Kini Punya 54 Jenderal Baru pada 2026 usai Kapolri Berikan Kenaikan Pangkat
Ayah Hadir, Indonesia...
Ayah Hadir, Indonesia Kuat: Melawan Fenomena Fatherless demi Generasi Emas 2045
Tren Komentar Spam Judi...
Tren Komentar Spam Judi Online Naik 128 Persen, Kini Pakai Sistem Bot Otomatis
Dokter Icha Akhiri Hidup...
Dokter Icha Akhiri Hidup usai Diduga Diintimidasi Legislator Daerah, Puan: Penyelidikan Harus Tuntas
Soroti Kejanggalan,...
Soroti Kejanggalan, Tim Hukum MNC Asia Surati KY dan MA untuk Awasi Sidang Banding Perkara CMNP
Jokowi Lakukan Safari...
Jokowi Lakukan Safari Politik, Puan: Alangkah Baiknya Jaga Situasi Tetap Kondusif
Infografis
8 Kepolisian Terbaik...
8 Kepolisian Terbaik di Dunia 2025, Apakah Polri Masuk?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved