Gelar Perkara Invetasi Bodong Pohon Jabon, Mabes Polri Panggil Perwakilan Ribuan Korban
Kamis, 25 Februari 2021 - 01:05 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kalau Blokir VTube Dibuka, Cuma Modal Rebahan Kita Bisa Dapat Jutaan Rupiah
Karena sudah merugikan banyak korban, dia pun berharap Mabes Polri mendalami kasus penipuan tersebut. Diperkirakan jumlah uang yang masuk ke rekening perusahaan mencapai Rp378 miliar dari sekitar 123.000 mitra pohon.
Korban lainnya, Okih Sopandi menjelaskan, dalam perjanjian awal pada investasi itu pihak perusahaan mamatok harga satu pohon bibit jabon Rp350.000. Omzet yang masuk Rp378 miliar, seharusnya ada 1.080.000 pohon jabon yang ditanam dan panen dalam waktu lima tahun.
"Satu pohon dijanjikan akan dijualkan perusahaan dengan nilai Rp1.050.000. Namun kini perusahaan menyatakan jabon yang ditanam gagal kubikasi. Kalau gagal panen, kenapa kok bisa seluruh Indonesia gagal panen. Tidak masuk akal,” kata Okih Sopandi, korban dari Bandung.
Mitra pohon yang disebut Green Warrior dan programnya bernama I-Gist, bukan saja berasal dari Sabang sampai Merauke, tapi banyak TKI di luar negeri seperti Hongkong, Cina , dan Arab Saudi menjadi korban. “Korban itu dari mulai driver ojol sampai pejabat publik juga ada,” ungkapnya.
Menurut korban lain, Achmad (37) dari Bandung, sistem bisnis jabon I-Gist menggunakan skema piramida atau MLM. “Kami dituntut 'ayo bantu mitra kita supaya bisa panen, sukseskan hilirnya kamu beli ya'. Ngadain promo-promo sampai ke luar negeri buat orang-orang yang beli paket. Padahal mereka ke luar negeri itu secara tidak sadar pakai uangnya sendiri (yang diputar-putar)," ungkapnya.
Karena sudah merugikan banyak korban, dia pun berharap Mabes Polri mendalami kasus penipuan tersebut. Diperkirakan jumlah uang yang masuk ke rekening perusahaan mencapai Rp378 miliar dari sekitar 123.000 mitra pohon.
Korban lainnya, Okih Sopandi menjelaskan, dalam perjanjian awal pada investasi itu pihak perusahaan mamatok harga satu pohon bibit jabon Rp350.000. Omzet yang masuk Rp378 miliar, seharusnya ada 1.080.000 pohon jabon yang ditanam dan panen dalam waktu lima tahun.
"Satu pohon dijanjikan akan dijualkan perusahaan dengan nilai Rp1.050.000. Namun kini perusahaan menyatakan jabon yang ditanam gagal kubikasi. Kalau gagal panen, kenapa kok bisa seluruh Indonesia gagal panen. Tidak masuk akal,” kata Okih Sopandi, korban dari Bandung.
Mitra pohon yang disebut Green Warrior dan programnya bernama I-Gist, bukan saja berasal dari Sabang sampai Merauke, tapi banyak TKI di luar negeri seperti Hongkong, Cina , dan Arab Saudi menjadi korban. “Korban itu dari mulai driver ojol sampai pejabat publik juga ada,” ungkapnya.
Menurut korban lain, Achmad (37) dari Bandung, sistem bisnis jabon I-Gist menggunakan skema piramida atau MLM. “Kami dituntut 'ayo bantu mitra kita supaya bisa panen, sukseskan hilirnya kamu beli ya'. Ngadain promo-promo sampai ke luar negeri buat orang-orang yang beli paket. Padahal mereka ke luar negeri itu secara tidak sadar pakai uangnya sendiri (yang diputar-putar)," ungkapnya.
Lihat Juga :