Jokowi Banggakan Alugoro-405, Politikus Demokrat: Sudah Dimulai Sejak Masa SBY

Kamis, 18 Februari 2021 - 16:50 WIB
loading...
Jokowi Banggakan Alugoro-405,...
Politikus Demokrat Rachland Nasidik menyebut bahwa KRI Alugoro-405 bukan hasil kerja Presiden Jokowi saja, tetapi sudah dimulai sejak 2006 pada masa pemerintahan SBY. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Politikus Partai Demokrat Rachland Nashidik geram atas klaim tangan dingin Presiden Jokowi terhadap kapal selam Alugoro-405. Jokowi menyebut produksi kapal selam menjadi titik awal kemandirian produksi alat utama sistem senjata (alutsista) nasional.

Rachland pun menceritakan sejarah awalnya Indonesia memiliki kapal selam. Menurut dia, jejak PT PAL mampu membuat kapal selam canggih itu dimulai pada 2006, di mana Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono kala itu mengantar Menteri Pertahanan Korea Selatan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Usai pertemuan itu, Menhan mengatakan bahwa pembuatan kapal selam dari Korea Selatan adalah opsi Indonesia lima sampai 10 tahun kedepan.

"Persis 5 tahun kemudian, 2011, Indonesia menandatangani pembelian 3 Kapal Selam dengan perjanjian alih teknologi dengan Korea Selatan. Satu dibuat oleh Korsel, kedua dibuat di Korsel dengan kesertaan Insinyur Indonesia, dan ketiga dibuat sepenuhnya oleh Indonesia di PT PAL. Deal!," tulis akun @RachlanNashidik yang dikutip Kamis (18/2/2021).

(Baca: Kasus PT DI, KPK Periksa Dirut PT PAL Budiman Saleh sebagai Tersangka)

Pada ahun sebelumnya, lanjut Rachlan, dengan PP No. 5 tahun 2010, Presiden SBY mencanangkan Kebijakan Minimum Essential Force (MEP) yang ditetapkan dalam RPJM 2010-2014. Bagian dari pembangunan nasional dalam bidang pertahanan.

Kemudian, Pada 2012 terbit undang undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang industri pertahanan. Ditetapkan di situ, alih teknologi dalam kerjasama antar-Industri Pertahanan adalah wajib. Itu setahun setelah Indonesia menandatangani kerjasama alih-teknologi dengan Korsel dalam pembuatan Kapal Selam.

"Tahun 2014, setelah fondasi kebijakan bagi modernisasi alutsista dan industri pertahanan nasional ditegakkan, pada 2014 Indonesia memenuhi perjanjian pembelian 3 kapal selam dari Korsel dengan alih teknologi. Itu lebih cepat dua tahun dari target Menhan Juwono Sudarsono," jelasnya.

(Baca: Perkuat Alutsista 3 Matra, Menhan Serahkan Rantis Canggih J-Force ke TNI)

Hasilnya, kata Rachlan, Indonesia pada 2017 memiliki KRI Nagapasa (403), kapal selam pertama dari perjanjian. Pada 2018, KRI Ardadedali (404) mengarungi lautan Indonesia. Inilah kapal selam kedua dalam perjanjian, yang dibuat Insinyur Korsel dan Insinyur Indonesia, mengawali alih teknologi.

Puncaknya adalah KRI Alugoro (405). Rampung dibangun pada 2019 di dermaga PT PAL di Surabaya, inilah kapal selam pertama yang seluruhnya buatan Insinyur kebangsaan Indonesia. Kapal selam ketiga dari perjanjian kerjasama yang ditandatangani Indonesia dan Korea Selatan pada 2011.

"Indonesia adalah satu-satunya negara di ASEAN yang sudah mampu membuat Kapal Selam sendiri. Jokowi pada 2014 di Busan, Korea Selatan, mengesankan ini kebijakannya. Pada kampanye Pilpres 2019, Jokowi juga kembali mengesankan dirinya yang punya gawe. Benarkah? Bohong," tegasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Uji Penembakan Torpedo,...
Uji Penembakan Torpedo, Menhan: Indonesia Negara ke 4 yang Bisa Buat Kapal Selam Otonom
Kabar Duka, Bahauddin...
Kabar Duka, Bahauddin Thonti Anggota Dewan Pertimbangan Partai Demokrat Meninggal Dunia
Ibas Ajak Gotong Royong...
Ibas Ajak Gotong Royong Perkuat Ekonomi Bangsa
Indonesia-Brasil Perkuat...
Indonesia-Brasil Perkuat Kerja Sama Teknologi Sistem Rudal dan Kapal Selam
PT PAL Bangun Fasilitas...
PT PAL Bangun Fasilitas Canggih untuk Percepat Pembuatan 2 Kapal Selam Scorpene
Riwayat Kepangkatan...
Riwayat Kepangkatan Tito Karnavian, Mantan Kapolri yang Jadi Mendagri di Era Jokowi dan Prabowo
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Rekomendasi
Aturan Tutup Mulut FIFA...
Aturan Tutup Mulut FIFA Kembali Makan Korban
Gaikindo Minta Stimulus...
Gaikindo Minta Stimulus Semua Jenis Kendaraan, Tak Hanya Mobil Listrik
Sidang PK Nikita Mirzani,...
Sidang PK Nikita Mirzani, Kuasa Hukum Menangis Minta Kliennya Dihadirkan
Berita Terkini
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Prabowo Potong Tumpeng dan Serahkan ke Kapolri
Gerindra: Komunikasi...
Gerindra: Komunikasi Prabowo dengan Jokowi Baik-Baik Aja
Gus Falah: HUT ke-80...
Gus Falah: HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Kedekatan Polri dengan Rakyat
Forum GPI4 di Peru,...
Forum GPI4 di Peru, Indonesia Tegaskan Komitmen Lindungi Gambut Dunia
Prabowo: Polri Harus...
Prabowo: Polri Harus Hadir Melindungi, Melayani, dan Mengabdi kepada Rakyat
HUT Ke-80 Bhayangkara,...
HUT Ke-80 Bhayangkara, Prabowo Terima Medali Kehormatan dari Kapolri
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved