SPP Dikeluhkan, 119 Siswa Menikah Selama Pembelajaran Jarak Jauh
Rabu, 17 Februari 2021 - 14:52 WIB
loading...
A
A
A
“Meskipun DKI Jakarta masuk pengaduan terbanyak, tapi Dinas Pendidikan DKI Jakarta sangat kooperatif dalam upaya menyelesaikan. (DKI juga) Memiliki program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan KJP Plus bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu sehingga memudahkan penyelesaiannya,” ujarnya Retno dalam keterangan tertulis, Rabu (17/2/2021).
(Baca:Polemik Siswi Nonmuslim Pakai Jilbab, KPAI Minta Aturan Sekolah Diskriminatif Dihapuskan)
Menurut Retno, Berbagai hal yang dalampenerapan belajar dari rumah (BDR) atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dianggap justru menyulitkan, memicu peserta didik berhenti sekolah. Mereka memilih menikah atau bekerja membantu orang tua yang kehilangan pekerjaan.
Beberapa siswa lain memilih berhenti bersekolah adalah tidak memiliki gawai. Kalaupun punya, mereka tidak mampu membeli kuota internet. “Dari temuan KPAI, ada 119 peserta didik yang menikah, baik laki-laki maupun perempuan. Usianya berkisar 15-18 tahun,” pungkasnya.
(Baca:Polemik Siswi Nonmuslim Pakai Jilbab, KPAI Minta Aturan Sekolah Diskriminatif Dihapuskan)
Menurut Retno, Berbagai hal yang dalampenerapan belajar dari rumah (BDR) atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dianggap justru menyulitkan, memicu peserta didik berhenti sekolah. Mereka memilih menikah atau bekerja membantu orang tua yang kehilangan pekerjaan.
Beberapa siswa lain memilih berhenti bersekolah adalah tidak memiliki gawai. Kalaupun punya, mereka tidak mampu membeli kuota internet. “Dari temuan KPAI, ada 119 peserta didik yang menikah, baik laki-laki maupun perempuan. Usianya berkisar 15-18 tahun,” pungkasnya.
(muh)
Lihat Juga :