Antisipasi Cuaca Buruk, Petani Lampung Diajak Gunakan Asuransi
Senin, 15 Februari 2021 - 19:00 WIB
loading...
Petani diajak gunakan asuransi, jika terjadi gagal panen, asuransi akan mengeluarkan klaim sebesar Rp 6 juta perhektare.
A
A
A
BANDAR LAMPUNG - Tingginya curah hujan di Provinsi Lampung dalam beberapa waktu terakhir, membuat petani harus melakukan langkah antisipasi. Salah satunya, dengan mengasuransikan lahan pertanian.
Menteri Pertanan Syahrul Yasin Limpo mengatakan, asuransi adalah pilihan terbaik untuk menjaga lahan.
"Dalam cuaca buruk, dalam kondisi yang tidak mendukung, asuransi akan bekerja maksimal. Jika terjadi gagal panen, asuransi akan mengeluarkan klaim yang bisa dimanfaatkan petani untuk tanam kembali," ujarnya, Senin (15/2/2021).
Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, mengatakan asuransi adalah bagian dari mitigasi bencana.
"Asuransi akan meng-cover lahan jika terjadi perubahan iklim, cuaca buruk, bencana alam, juga gangguan organisme pengganggu tanaman dan hama," jelasnya.
Dijelaskannya, jika terjadi gagal panen, asuransi akan mengeluarkan klaim sebesar Rp 6 juta perhektare.
"Pemerintah sendiri memberikan subsidi untuk program ini. Sehingga biaya premi yang harus dibayarkan petai menjadi sangat ringan," katanya.
Menteri Pertanan Syahrul Yasin Limpo mengatakan, asuransi adalah pilihan terbaik untuk menjaga lahan.
"Dalam cuaca buruk, dalam kondisi yang tidak mendukung, asuransi akan bekerja maksimal. Jika terjadi gagal panen, asuransi akan mengeluarkan klaim yang bisa dimanfaatkan petani untuk tanam kembali," ujarnya, Senin (15/2/2021).
Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, mengatakan asuransi adalah bagian dari mitigasi bencana.
"Asuransi akan meng-cover lahan jika terjadi perubahan iklim, cuaca buruk, bencana alam, juga gangguan organisme pengganggu tanaman dan hama," jelasnya.
Dijelaskannya, jika terjadi gagal panen, asuransi akan mengeluarkan klaim sebesar Rp 6 juta perhektare.
"Pemerintah sendiri memberikan subsidi untuk program ini. Sehingga biaya premi yang harus dibayarkan petai menjadi sangat ringan," katanya.
Lihat Juga :