Gembong Primadjaja: IA ITB Mestinya Banyak Mendiskusikan Sains dan Teknologi, Bukan Politik
Selasa, 16 Februari 2021 - 03:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Din Syamsuddin Dituduh Radikal, Politikus PKS: Asal Banget, Sangat Mungkin Ada Pesanan
“Perbedaan persepsi di kalangan alumni ITB menjadi PR untuk bisa dijembatani. Harus ada orang yang punya waktu cukup untuk mengurus IA ITB, agar pihak-pihak yang berbeda persepsi itu bisa saling menjalin interaksi dan komunikasi,” bebernya.
Gembong mengaku tidak pernah diajak bergabung dengan gerakan tersebut. Dia pun mengajak pihak-pihak yang berbeda pandangan untuk menahan diri supaya kondisinya bisa mendingin dan lebih kondusif.
Gembong juga menyoroti kiprah para alumni dari perguruan tinggi terkenal di dunia. Menurutnya, alumni perguruan tinggi top dunia itu mestinya lebih banyak mendiskusikan cara pengembangan ekonomi, industri, sains, dan teknologi.
Baca juga: Kecam GAR ITB, Imam Besar New York: Hanya di Kampus Indonesia Ada Gerakan Antiradikalisme
“Saya berharap, IA ITB, sesuai AD/ART, ke depan lebih banyak membangun diskursus pengembangan sains, teknologi, seni, dan kemasyarakatan. Jadi, para alumni tidak lagi lebih banyak berdiskusi soal politik,” tuturnya.
“Perbedaan persepsi di kalangan alumni ITB menjadi PR untuk bisa dijembatani. Harus ada orang yang punya waktu cukup untuk mengurus IA ITB, agar pihak-pihak yang berbeda persepsi itu bisa saling menjalin interaksi dan komunikasi,” bebernya.
Gembong mengaku tidak pernah diajak bergabung dengan gerakan tersebut. Dia pun mengajak pihak-pihak yang berbeda pandangan untuk menahan diri supaya kondisinya bisa mendingin dan lebih kondusif.
Gembong juga menyoroti kiprah para alumni dari perguruan tinggi terkenal di dunia. Menurutnya, alumni perguruan tinggi top dunia itu mestinya lebih banyak mendiskusikan cara pengembangan ekonomi, industri, sains, dan teknologi.
Baca juga: Kecam GAR ITB, Imam Besar New York: Hanya di Kampus Indonesia Ada Gerakan Antiradikalisme
“Saya berharap, IA ITB, sesuai AD/ART, ke depan lebih banyak membangun diskursus pengembangan sains, teknologi, seni, dan kemasyarakatan. Jadi, para alumni tidak lagi lebih banyak berdiskusi soal politik,” tuturnya.
Lihat Juga :