Fahri Hamzah: Dua Jurang Menganga di Ujung Demokrasi Indonesia

Senin, 15 Februari 2021 - 00:46 WIB
loading...
Fahri Hamzah: Dua Jurang...
Fahri Hamzah menyebutkan jurang otoritarianisme dan anarki berada di depan perjalanan demokrasi Indonesia. Foto/youtube karni ilyas club
A A A
JAKARTA - Kehidupan demokrasi di Indonesia masih saja menjadi tanda besar. Kendati Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ada kenaikan indeks demokrasi Indonesia pada 2020, tetapi fakta yang dirasakan masyarakat tidaklah demikian. Hal itu sedikitnya dapat dilihat dari hasil survei beberapa lembaga non-pemerintah.

Survei Indikator Politik Indonesia mencatat kelompok usia milenial merasakan kehidupan demokrasi Indonesia menurun, bahkan disebut kurang demokratis. Salah satunya terkait dengan kebebasan berpendapat.

(Baca: Jokowi Minta Warga Aktif Beri Kritik, Din Syamsuddin Bicara Pencitraan dan Kepalsuan)

Politikus Partai Gelora Fahri Hamzah mengungkapkan adanya dua bahaya bila kondisi ini terus berlarut. Kedua bahaya tersebut saat ini sedang berebut tempat karena kurang mulusnya pengelolaan demokrasi.

”Di ujung turunnya indeks demokrasi ada dua bahayanya,” ujar Fahri dalam wawancara di saluran youtube Karni Ilyas Club, Minggu (14/2/2021) malam.

Bahaya pertama, lanjut Fahri, yaitu kalau pemerintah tidak memahani bahwa kebebasan itu adalah hak seluruh masyarakat, hak umat manusia. ”Maka negara akan menjadi negara otoriter. Dia akan mengambil seluruh hak rakyat dalam satu kendali,” terang mantan “vokalis” Senayan ini.

Bahaya kedua dalam pemikiran Fahri tak kalah menakutkan. ”Atau yang kedua rakyat mengambil seluruh hak-haknya dan tidak lagi memberikannya kepada negara, jadilah kita negara yang anarki. Jadi depan itu ada otoritarianisme atau anarki,” ujar dia.

(Baca: Generasi Milenial Merasa Indonesia Kurang Demokratis)

Fahri mengaku merasakan kegairahan berbicara di ruang publik berkurang. Orang memilih ruang-ruang sempit untuk mengemukakan pendapat. Tetapi sialnya ada tren di ruang sempit itu masyarakat dikejar pemerintah yang mengumumkan akan melakukan patroli sosial media. ”Tidak sedikit kasus percakapan di grup-grup WA masuk ke persidangan,” katanya.

Karena itu Fahri menilai ada distorsi pemaknaan kebebasan berpendapat antara pemahaman Presiden Jokowi yang tetap mengharapkan kritik masyarakat dengan staruktur pemerintahannya. ”Ada kelompok elite yang tidak nyaman dengan diskusi-diskusi filosofis tentang pentingnya perbedaan pendapat untuk dikelola agar peradaban kita naik,” ujar Fahri.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
28 Tahun Reformasi 1998:...
28 Tahun Reformasi 1998: Demokrasi Tumbuh, Oligarki Menguat, Keadilan Sosial Masih Diperebutkan
Kebangkitan Nasional...
Kebangkitan Nasional dengan Meningkatkan Kohesi Sosial
Feri Amsari Dipolisikan,...
Feri Amsari Dipolisikan, Pangi Syarwi Chaniago: Negara Demokrasi 'Dewanya' Itu Kebebasan
Todung Mulya Lubis Jadi...
Todung Mulya Lubis Jadi Kuasa Hukum Saiful Mujani di Kasus Dugaan Makar
Puspoll Nilai Parliamentary...
Puspoll Nilai Parliamentary Threshold Perlu Formula Seimbang antara Stabilitas dan Demokrasi
Fahri Hamzah : Prabowo...
Fahri Hamzah : Prabowo Fokus Putus Rantai Ketimpangan Kaya dan Miskin
Siapa Jimmy Lai? Taipan...
Siapa Jimmy Lai? Taipan Pro-demokrasi Hong Kong yang Divonis 20 Tahun Penjara
Separuh Penduduk Barat...
Separuh Penduduk Barat Yakin Demokasi Sudah Lumpuh, Apa Pemicunya?
Rekomendasi
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Tunisia vs Belanda:...
Tunisia vs Belanda: Awas Tergelincir Oranje
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
Berita Terkini
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved