HUT ke-76 PETA, Rektor Unhan: Hanya Indonesia yang Berani Melawan Jepang
Minggu, 14 Februari 2021 - 19:39 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan, peran dari Presiden Soekarno di antaranya dengan melakukan politik kooperatif yang bertujuan memberikan kesempatan kepada rakyat untuk menjadi tentara terlatih sebagai jalan menuju kemerdekaan Indonesia. ”Hal ini diperkuat dengan maklumat Osamu Seirei Nomor. 44 oleh PanglimaTentara ke 16 Letnan Jenderal Kumakichi Harada sebagai penjabaran teknis perintah dari Tokyo untuk mempertahankan Pulau Jawa dari serbuan pasukan sekutu,” katanya.
Peran penting PETA dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia adalah pengibaran Bendera Sang Saka Merah Putih oleh Chudanco PETA Latief Hendraningrat bersama Suhud Sastro Kusumo dan Surastri Karma Trimur. “PETA juga berhasil menyusun Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta yang dikenal dengan Sishankamrata. Termasuk mewariskan nilai-nilai kejuangan 1945 yang berisi patriotisme, nasionalisme, kepahlawanan, persatuan dan kesatuan, serta anti penjajah dan penjajahan dan sebagainya,” ucapnya.
Meski Indonesia sudah merdeka, namun ancaman dan tantangan yang dihadapi bangsa ini semakin tetap ada dan semakin kompleks. Selain ancaman militer dan non militer, ada juga ancaman dalam bentuk hibrida. Termasuk ancaman siber dan proxy war. ”Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, maka terjadi transformasi Sishankamrata seperti memperkuat pertahanan negara melalui Komponen Cadangan (Komcad), menegaskan diplomasi pertahanan dengan membangun kerja sama pertahanan yang mendukung politik luar negeri Indonesia,” katanya.
Peran penting PETA dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia adalah pengibaran Bendera Sang Saka Merah Putih oleh Chudanco PETA Latief Hendraningrat bersama Suhud Sastro Kusumo dan Surastri Karma Trimur. “PETA juga berhasil menyusun Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta yang dikenal dengan Sishankamrata. Termasuk mewariskan nilai-nilai kejuangan 1945 yang berisi patriotisme, nasionalisme, kepahlawanan, persatuan dan kesatuan, serta anti penjajah dan penjajahan dan sebagainya,” ucapnya.
Meski Indonesia sudah merdeka, namun ancaman dan tantangan yang dihadapi bangsa ini semakin tetap ada dan semakin kompleks. Selain ancaman militer dan non militer, ada juga ancaman dalam bentuk hibrida. Termasuk ancaman siber dan proxy war. ”Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, maka terjadi transformasi Sishankamrata seperti memperkuat pertahanan negara melalui Komponen Cadangan (Komcad), menegaskan diplomasi pertahanan dengan membangun kerja sama pertahanan yang mendukung politik luar negeri Indonesia,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :