Soal Pendukung AHY Ketar-ketir Jika Gibran Dibawa ke DKI, Ini Reaksi Demokrat

Minggu, 14 Februari 2021 - 14:55 WIB
loading...
Soal Pendukung AHY Ketar-ketir...
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menyatakan, hak Wali Kota Solo terpilih, Gibran Rakabuming Raka untuk ikut bertarung di Pilkada DKI Jakarta. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menyatakan, hak Wali Kota Solo terpilih, Gibran Rakabuming Raka untuk ikut bertarung di Pilkada DKI Jakarta atau pilkada daerah lainnya. Menurut Herzaky itu hak konstitusional yang dimiliki putra sulung Presiden Jokowi.

Hal itu dikatakan Herzaky menanggapi pernyataan Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (Sudra) Fadhli Harahab yang menyebut, Gibran berpeluang diboyong ke Jakarta dan berpotensi melawan Anies Baswedan, termasuk Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). "Tapi, yang kami pertanyakan adalah sikap pemerintah dan partai koalisi pemerintah yang seakan-akan memaksakan Pilkada 2022 dan 2023 dilaksanakan serentak di 2024. Padahal, pelaksanaan pilkada serentak di 2024 jelas-jelas memiliki potensi masalah yang sangat besar," tutur Herzaky saat dihubungi SINDOnews, Minggu (14/2/2021).

Pertama, Herzaky menuturkan, keberadaan penjabat kepala daerah di 272 daerah selama 1-2 tahun yang memiliki legitimasi sangat rendah karena tidak dipilih rakyat, mengamputasi proses demokrasi, dan memunculkan bom waktu potensi penyalahgunaan kekuasaan terkait netralitas ASN. Kedua, beban teknis berlebih, yang memunculkan tekanan fisik maupun psikologis kepada para petugas pemilu. Pelaksanaan pileg dan pilpres secara serentak pada 2019 telah memakan korban 894 petugas yang meninggal dunia dan 5.175 petugas mengalami sakit. "Sedangkan di 2024, menurut rencana bakal ditambahkan dengan pelaksanaan pilkada beberapa bulan kemudian. Potensi korban berjatuhan sangat mungkin terjadi kembali," papar Herzaky. Baca juga: Pendukung Anies Diprediksi Ketar-ketir jika Gibran ke Jakarta, Begini Respons Kader PKS

Di sisi lain, KPU sendiri telah menyampaikan, besarnya beban yang bakal dihadapi, karena akan ada tahapan-tahapan di pileg dan pilpres yang bakal bentrok dengan pilkada. Pelaksanaan pileg dan pilpres serta pilkada serentak di seluruh Indonesia, bukan sekedar tambah-tambahan di atas kertas. Melainkan ada konsekuensi panjang yang mengikuti keserentakan pelaksanaan pilkadanya. "Ketiga, emotional cost masyarakat sebagai konsekuensi pelaksanaan pilpres dan pileg serentak, serta ditambah lagi pilkada serentak," imbuhnya. Baca juga: Gibran Diboyong ke Jakarta, Pendukung Anies dan AHY Bakal Ketar-ketir

Lebih lanjut dia mengatakan, apakah masyarakat siap menghadapi pertarungan seperti di 2019? Apalagi jangka waktunya bakal bertambah dengan pelaksanaan pilkada serentak di tahun yang sama. Ia melihat, tentunya intensitasnya bakal meningkat drastis. Selain itu, pertarungan banal di dunia maya dan juga di dunia nyata dalam jangka waktu yang cukup panjang dan secara intens, memberikan tekanan berlebih kepada para pemilih.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pimpinan DPR Sangkal...
Pimpinan DPR Sangkal Beri Arahan Tunda Pembahasan RUU Pemilu
Sekjen Demokrat Buka...
Sekjen Demokrat Buka Suara soal Isu Capres Minimal Diusung 3 Partai: Belum Pernah Dibahas
AHY Siap Safari Politik:...
AHY Siap Safari Politik: Demokrat Ingin Bersahabat dengan Semuanya
Benny Harman Demokrat...
Benny Harman Demokrat Endus Potensi Rekayasa Konstitusi RUU Pemilu: Ada Bahaya yang Mengintai
Pertajam DIM RUU Pemilu,...
Pertajam DIM RUU Pemilu, DPR Buka Peluang Kunjungi NU, Muhammadiyah, hingga Walubi
AHY Serahkan Penentuan...
AHY Serahkan Penentuan Logo HUT ke-25 Partai Demokrat ke Publik, Ini Alasannya
18 DPC Beri Dukungan,...
18 DPC Beri Dukungan, Nurdiansyah Alasta Siap Pimpin Demokrat Aceh
Gagas Forum Dialog,...
Gagas Forum Dialog, AHY Ajak Profesor dan Gen Z Rumuskan Masa Depan Indonesia
Pesan AHY ke Praja IPDN:...
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Adalah kepada Bangsa dan Konstitusi
Rekomendasi
IU dan Lee Jong Suk...
IU dan Lee Jong Suk Resmi Putus setelah 4 Tahun Pacaran, Agensi Buka Suara
Nasib 2.374 Pekerja...
Nasib 2.374 Pekerja Freeport Menggantung Sembilan Tahun, Said Iqbal Lapor Menaker
20 Kapal Perang AS Berkeliaran...
20 Kapal Perang AS Berkeliaran di Timur Tengah saat Iran-Amerika Saling Serang
Berita Terkini
Sidang Ijazah Jokowi,...
Sidang Ijazah Jokowi, Tim Advokasi Roy Suryo Minta KY Awasi Hakim: Khawatir Ada Intervensi
UMKM Nasional Miliki...
UMKM Nasional Miliki Ketangguhan Hadapi Serbuan Produk China
Pakar Intelijen Ingatkan...
Pakar Intelijen Ingatkan Semua Lembaga Hormati Proses Hukum
Siaga Kemarau, Pemkot...
Siaga Kemarau, Pemkot Semarang Perkuat Keamanan TPA Jatibarang
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Akui Rumah di Sentul yang Digeledah Polri Miliknya
Prabowo Resmikan 5 Bendungan...
Prabowo Resmikan 5 Bendungan Serentak di Lombok, Aceh, Jateng dan Bali
Infografis
Kehebatan Rudal Balistik...
Kehebatan Rudal Balistik DF-31 China yang Bikin AS Ketar-ketir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved