Qodari Tuding SBY Sutradara Isu Kudeta AHY, Demokrat: Pakai Data Jadul

Kamis, 11 Februari 2021 - 16:51 WIB
loading...
Qodari Tuding SBY Sutradara...
Partai Demokrat membantah tudingan bahwa SBY di belakang isu upaya kudeta terhadap AHY untuk mendongkrak elektabilitas Partai Demokrat. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari menyebut nama Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai sutradara pembongkaran upaya kudeta Ketua Umum (Ketum) Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ). Tujuannya tidak lain agar isu upaya kudeta oleh Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko terhenti dan Demokrat bisa menuai elektabilitas.

Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menepis semua tudingan tersebut. Dia menduga bahwa Qodari masih menggunakan data lama.

"Bang Qodari ini analisisnya out of date ketinggalan jaman, mungkin masih pakai data jadul. Masih bawa-bawa Pak SBY saja, mungkin dipikirnya Bang Qodari, Ketumnya Partai Demokrat, masih Pak SBY. Sekarang ini sudah era Ketua Umumnya AHY," kata Herzaky kepada wartawan, Kamis (11/2/2021).

(Baca:Isu Kudeta Bikin AHY, Moeldoko dan Demokrat Semakin Populer)

Herzaky menegaskan, terbongkarnya rencana pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat yang dilakukan pejabat lingkaran Presiden bersama mantan kader yang sudah dipecat karena kasus korupsi, serta segelintir kader ini dipimpin langsung oleh Ketum AHY. Yang memimpin perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan pengungkapan dan penumpasan Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD), adalah Ketum AHY.

"Ada beberapa kali rapat dengan pengurus teras Partai Demokrat yang dilakukan Ketua Umum AHY secara intens menjelang konferensi pers.," terangnya.

Menurut dia, Demokrat mengungkap isu kudeta ini lewat konferensi pers karena kejadian ini sangatlah perlu dijadikan pembelajaran bersama bagi seluruh elemen bangsa, terutama parpol. Jika GPK PD yang dilakukan pejabat negara di lingkaran Presiden dibiarkan dan dibenarkan, tentu sangat mencederai rasa keadilan di negeri ini.

Kalau gerakan ini dibiarkan dan dibenarkan, maka bisa menjadi contoh dan bisa saja mendorong pejabat negara manapun yang memiliki ambisi politik dan ambisi kekuasaan yang sangat besar, menempuh jalan pintas, melakukan sesuatu yang menabrak etika politik, the rule of law dan rules of the game.

"Jadi, bukan untuk menaikkan elektabilitas kami. Elektabilitas Partai Demokrat sebelum ada konferensi pers minggu lalu, sudah meroket sejak kepemimpinan AHY menurut beberapa lembaga survei, seperti Indikator, VoxPopuli, Polmatrix, dan beberapa lembaga survei lainnya," tegas Herzaky.

(Baca:Partai Demokrat Dalami Keterlibatan Kader Lain dalam Kudeta AHY)

Selain itu, Herzaky menambahkan, terungkapnya isu kudeta ini jug menunjukkan soliditas dan kepercayaan tinggi para kader dan pengurus Partai Demokrat kepada kepemimpinan AHY. Sejumlah pemilik suara di Partai Demokrat, didekati dan diiming-imingi uang dalam jumlah besar, bahkan fasilitas lainnya, termasuk jabatan, jika bersedia mendukung Kongres Luar Biasa (KLB) dan mengangkat pejabat negara di lingkaran Presiden sebagai Ketum menggantikan AHY.

"Tetapi, mereka menolak keras tawaran itu, dan memilih untuk melaporkannya ke AHY," imbuhnya.

Oleh karena itu, Herzaky menegaskan, keliru kalau menganggap kepemimpinan AHY di Partai Demokrat tidak kokoh. Ada peran penting pejabat negara yang dekat dengan Presiden dalam GPK PD ini saja, para pemilik suara kami di berbagai pelosok Indonesia, menolak keras ikut ambil bagian. Hanya segelintir kader senior dan mantan kader senior sisa-sisa era feodal yang tidak berkenan melihat Demokrat maju pesat setahun terakhir saja yang minat ikut genderang pejabat negara tersebut.

"Pasca terbongkarnya upaya GPK PD ini pun, ramai-ramai pengurus DPD se-Indonesia dan DPC dari berbagai pelosok, membuat deklarasi kesetiaan dan mendukung kepemimpinan AHY di publik," tandas Herzaky.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
AHY Dukung Putusan MK...
AHY Dukung Putusan MK yang Pertegas Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas Virtual, AHY Laporkan Penyelamatan Pantura Jawa hingga Transformasi Jaringan Kereta Api
Berjumpa Megawati, JK,...
Berjumpa Megawati, JK, SBY, hingga Jokowi, Dubes Iran: Kebanggaan jika Bertemu Prabowo
SBY: PBB Harusnya Hentikan...
SBY: PBB Harusnya Hentikan Penugasan UNIFIL di Medan Perang yang Masih Membara
AHY Ungkap Ego Sektoral...
AHY Ungkap Ego Sektoral Jadi Hambatan Tata Kelola Kebandarudaraan
AHY Targetkan Bandara...
AHY Targetkan Bandara Soekarno-Hatta Tembus 10 Besar Terbaik Dunia di 2029
Sambil Melukis di Magelang,...
Sambil Melukis di Magelang, SBY Menyoroti Kejatuhan Pasar Modal dan Kurs Rupiah
Rekomendasi
Kinerja Solid, Laba...
Kinerja Solid, Laba Bersih MSIN Melonjak 140% Jadi Rp985 Miliar di 2025
Mesir vs Iran: Misi...
Mesir vs Iran: Misi Bersejarah Tim Melli Berlanjut atau Berakhir?
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
Berita Terkini
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Mensesneg Jelaskan Maksud...
Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo terkait 4 Kali Kalah Pemilu Tak Ganggu Pemegang Mandat
Salam Prabowo Disampaikan...
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Infografis
PWNU DIY Usul Aturan...
PWNU DIY Usul Aturan Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Pakai Medsos
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved