Pegiat HAM Sebut SKB 3 Menteri soal Seragam Jamin Kemerdekaan Beragama
Selasa, 09 Februari 2021 - 22:37 WIB
loading...
A
A
A
Hal senada disampaikan Ketua Dewan Pengurus Yayasan Cahaya Guru, Henny Supolo Sitepu dan Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid. Keduanya menilai sinergi dan penyelarasan sangat penting dan dibutuhkan untuk memastikan semua berjalan konsisten.
“Kami melakukan pertemuan dengan guru dan mengangkat sekolah kebinekaan. Kami juga mendukung untuk mengangkat narasi mereka sehingga kita semua menjadi agen yang bisa bersuara tentang kebhinekaan,” ungkap Henny.
Allisa menjelaskan, ada banyak lansekap keberagaman dalam ekosistem pendidikan seperti kasus pewajiban pakaian khusus keagamaan, pelarangan pakaian khusus keagamaan, kecenderungan favoritisme agama: beasiswa, fasilitas khusus, dan lainnya.
“Ada juga intimidasi serta tekanan sosial dalam ekosistem sekolah dan diskriminasi secara halus maupun terang,” kata dia. Baca juga: Pakar Pendidikan: SKB 3 Menteri Soal Seragam Sekolah Tak Boleh Memaksa Siswa
Oleh karenanya, selain keberadaan SKB 3 menteri, juga penting membangun perspektif bahwa sekolah negeri merupakan wakil negara. “Penting bagi guru memahami regulasi dan paham keagamaan yang tidak ekslusif apalagi ekstremis,” pungkas Allisa.
“Kami melakukan pertemuan dengan guru dan mengangkat sekolah kebinekaan. Kami juga mendukung untuk mengangkat narasi mereka sehingga kita semua menjadi agen yang bisa bersuara tentang kebhinekaan,” ungkap Henny.
Allisa menjelaskan, ada banyak lansekap keberagaman dalam ekosistem pendidikan seperti kasus pewajiban pakaian khusus keagamaan, pelarangan pakaian khusus keagamaan, kecenderungan favoritisme agama: beasiswa, fasilitas khusus, dan lainnya.
“Ada juga intimidasi serta tekanan sosial dalam ekosistem sekolah dan diskriminasi secara halus maupun terang,” kata dia. Baca juga: Pakar Pendidikan: SKB 3 Menteri Soal Seragam Sekolah Tak Boleh Memaksa Siswa
Oleh karenanya, selain keberadaan SKB 3 menteri, juga penting membangun perspektif bahwa sekolah negeri merupakan wakil negara. “Penting bagi guru memahami regulasi dan paham keagamaan yang tidak ekslusif apalagi ekstremis,” pungkas Allisa.
(mhd)
Lihat Juga :