Kemenkes Tambah 80 Ribu Tracer untuk Dukung Posko Covid-19 Tingkat Desa

Senin, 08 Februari 2021 - 17:41 WIB
loading...
Kemenkes Tambah 80 Ribu...
Juru Bacara Kemenkes Siti Nadia Tarmidzi menjelaskan tambahan 80 ribu tenaga tracer untuk mendukung posko Covid-19 di tingkat desa. Foto/ist
A A A
JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) Siti Nadia Tarmidzi mengatakan akan menambah 80.000 tracer untuk melacak kontak kasus Covid-19 dalam pelaksanaan Desa Tangguh Covid-19 dan dibentuknya Posko Covid-19 tingkat desa/kelurahan. Penambahan diharapkan akan memenuhi rasio 30 orang per 100.000 penduduk.

“Dan tentunya kalau kita berbicara mengenai sumber daya, dalam penerapannya kita akan tentunya menambah tenaga tracer ya, kurang lebih 80.000 yang akan kemudian memenuhi rasio 30 orang per 100.000 penduduk,” ungkap Nadia secara virtual dari Media Center Graha BNPB Jakarta, Senin (8/2/2021).

(Baca: Update Corona: Positif 1.166.079 Orang, 963.028 Sembuh dan 31.763 Meninggal)

Selain itu, Nadia mengatakan pelacakan kasus Covid-19 dari kontak positif harus dilakukan kurang dari 72 jam. “Nanti untuk proses pelacakan kasus ini harus sudah bisa kita lakukan pelacakan nya kurang dari 72 jam dari kasus kontak yang positif.”

“Jadi kita harus bisa melakukan identifikasi, isolasi ataupun karantina dari kasus kontak yang sudah kita temukan dalam waktu kurang 72 jam ini tadi,” tegas Nadia.

Nadia juga mengatakan pihaknya juga telah melakukan antisipasi terkait pembentukan Posko ini. Meskipun, katanya, dampak penurunan kasus Covid-19 tidak bisa langsung terjadi.

“Tentunya di hilir terus kita lakukan antisipasi-antisipasi. Tentunya tadi bahwa setelah penerapan PPKM ini, kita tidak bisa langsung ya mendapatkan dampak atau impact dari pada penurunan kasus,” kata Nadia.

(Baca: Kemenkes: Penurunan Kasus Covid-19 Baru Kita Rasakan 45 Hari Belakangan)

Nadia mengatakan dengan mengaktifkan proses tracing yang semakin masif, maka kemungkinan kasus Covid-19 bertambah juga akan semakin banyak. “Sehingga memang satu, bahwa dengan kita lebih mengaktifkan proses tracing dan testing kemungkinan kasus bisa bertambah lebih banyak.”

“Dan ini harus diantisipasi oleh fasilitas pelayanan kesehatan, untuk kemudian bisa melakukan penatalaksanaan untuk kasus-kasus yang ditemukan pada saat kita melakukan akselerasi untuk testing dan tracing,” kata Nadia.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual
UU Kesehatan Digugat...
UU Kesehatan Digugat Dharma Pongrekun, Kemenkes: Aturan Disusun Perhatikan Hak Warga Negara
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Kemenkes Siapkan Penjelasan dan Dokumen Pendukung
6 Juta Pekerja Rokok...
6 Juta Pekerja Rokok Terancam di PHK, Wamenaker: Kebijakan Harus Berpihak pada Rakyat
Menkes Pastikan Korban...
Menkes Pastikan Korban Penyekapan di Bandung Jalani Rehabilitasi dan Rekonstruksi secara Optimal
Poltekkes Kemenkes Jakarta...
Poltekkes Kemenkes Jakarta II Gandeng Daegu Health College, Resmikan Dental Work Station Modern
Wamenkes Pantau Langsung...
Wamenkes Pantau Langsung Skrining Kesehatan Gratis Mitra Driver Gojek
Rekomendasi
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta Eps. 6: Konflik Memuncak! Jaka Jual Aset Mertua, Rumah Tangga Mila di Ujung Tanduk
Mengapa Gol Iran ke...
Mengapa Gol Iran ke Gawang Mesir Dianulir? Ini Penjelasan Aturan Offside di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Pengamat: Penegakan...
Pengamat: Penegakan Hukum Jadi Cermin Kualitas Demokrasi
Kemendagri dan DPR Sinergi...
Kemendagri dan DPR Sinergi Pemberdayaan Ormas untuk Percepat Kesejahteraan Masyarakat NTB
Survei Puspoll Indonesia,...
Survei Puspoll Indonesia, Kepuasan Publik Atas Kinerja Presiden Prabowo Capai 64,8 Persen
Jokowi Minta Kader PSI...
Jokowi Minta Kader PSI Hidupkan Mesin Partai sampai Tingkat Desa
Sinergi BPJS dan Kejaksaan...
Sinergi BPJS dan Kejaksaan Agung, Jaga Keberlangsungan JKN
Uya Kuya Jadi Ketua...
Uya Kuya Jadi Ketua DPW DKI Jakarta Gantikan Eko Patrio, PAN Ungkap Alasannya
Infografis
Waspada, Kasus COVID-19...
Waspada, Kasus COVID-19 Meningkat 2 Kali Lipat di Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved