BIG Tegaskan Penamaan Rupabumi Tidak Boleh Sembarangan

Senin, 08 Februari 2021 - 17:14 WIB
loading...
BIG Tegaskan Penamaan...
Diskusi virtual Polemik Trijaya FM bertajuk tema Pentingnya Penamaan Rupabumi, Sabtu 6 Februari 2021. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Pemberian nama tempat dan rupabumi tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Selain akan menghilangkan identitas dan sejarah suatu tempat, penamaan yang keliru menggunakan istilah asing juga merugikan jati diri bangsa.

Kepala Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim Badan Informasi Geospasial (BIG), Ade Komara Mulyana mengatakan, manfaat penamaan rupabumi bisa menjadi alat politik untuk menjaga suatu kedaulatan Negara.

“Untuk kedaulatan suara negara, penamaan rupabumi bisa menjadi alat politik kita ketika bernegosiasi dengan negara lain. Misalnya dalam peta resmi Negara Republik Indonesia tahun 2017 yang kita bersama-sama keluarkan kita mengubah nama laut di sebelah utara Natuna, dulu Laut China Selatan sekarang kita sebut Laut Natuna Utara itu hak kita, selama wilayah itu termasuk wilayah kita, kita bebas memberikan nama, itu protes oleh negara-negara lain. Tapi itu satu tanda bisa menjadi alat politik kita untuk mempertahankan kedaulatan kita,” tutur Ade Komara dalam diskusi virtual Polemik Trijaya FM bertajuk tema Pentingnya Penamaan Rupabumi, Sabtu 6 Februari 2021

Ade menambahkan, nama suatu tempat erat kaitannya dengan asal usul masyarakat, sejarah, keterkaitan antarmasyarakat, jati diri masyarakat, bahkan dapat memitigasi bencana alam.

“Yang cukup tragis ketika terjadi bencana likuifaksi di Palu, ketika ada sebuah kampung yang tenggelam dipenuhi lumpur, kampung itu sekarang namanya Balarowa tapi ada komunitas sejarah di Sulawesi Tengah, dulu itu sekian generasi yang lalu ini namanya bukan Balarowa tapi Londo atau Nalondo, itu artinya lumpur atau tenggelam di lumpur, berarti nenek moyang kita sudah tau itu daerah yang rawan Likuifaksi," tuturnya.

Namun, lanjut dia, mungkin dahulu belum ada istilah likuifaksi. Sejak dulu, turun temurun daerah itu kosong tidak dihuni karena masyarakat mengetahui arti namanya, yakni tenggelam di lumpur. "Sekarang kan jadi permukiman, akibatnya terjadi bencana seperti itu. Jadi nama juga memberikan kearifan lokal yang seharusnya kita perhatikan,” katanya.

Baca juga: JJ Rizal: Penamaan Rupabumi di Indonesia Bagaikan Artefak
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Peristiwa Bersejarah...
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, BJ Habibie Ucapkan Sumpah Jabatan Presiden di Istana Merdeka
Peristiwa Bersejarah...
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, Soeharto Berhenti dari Jabatan Presiden
Multiverse, Global IR,...
Multiverse, Global IR, dan Tianxia: Membaca Ulang Dunia di Tengah Kesombongan dan Pengulangan Sejarah
10 Jilid Buku Penulisan...
10 Jilid Buku Penulisan Ulang Sejarah yang Diluncurkan Fadli Zon, Ada tentang Orde Baru
Fadli Zon Bakal Susun...
Fadli Zon Bakal Susun Buku Sejarah Pahlawan Nasional, Ada Soeharto-Gus Dur
Museum ITB Diresmikan,...
Museum ITB Diresmikan, Ruang Baru Membaca Masa Lalu dan Merajut Masa Depan
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Rekomendasi
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
93 Proyek Hidrogen Siap...
93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
Berita Terkini
Refly Harun Soroti Putusan...
Refly Harun Soroti Putusan Hakim Praperadilan Roy Suryo: Hak Menggugat Tak Bisa Dibatasi
Presiden Prabowo Pimpin...
Presiden Prabowo Pimpin Upacara Pelantikan Perwira TNI-Polri di Istana Pagi Ini
Panglima TNI Instruksikan...
Panglima TNI Instruksikan Seluruh Prajurit Bantu Penanganan Sampah Nasional
3 Brigjen Pol Dapat...
3 Brigjen Pol Dapat Penugasan Baru ke Itwasum Polri pada Mutasi Juni 2026, Ini Daftar Namanya
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama...
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama Baru, Ada Mantan Kapuspenkum Kejagung
Infografis
Kwik Kian Gie, Ekonom...
Kwik Kian Gie, Ekonom yang Lantang Suarakan Indonesia Tak Boleh Tergantung IMF
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved