Ekpos Gerakan Moeldoko Strategi AHY Jitu Agar Tak Di-Tommy Soeharto-kan
Sabtu, 06 Februari 2021 - 05:30 WIB
loading...
A
A
A
Ujang mengatakan internal Partai Berkarya awalnya tidak percaya bahwa ”kudeta” kepemimpinan partai tersebut akan terjadi. Mereka terlambat menyadari munculnya gerakan kongres luar biasa (KLB) dadakan yang menghasilkan kepemimpinan Muchdi.
Baca juga : Klaim Moeldoko Didukung Nasdem dan PKB di Pilpres 2024 Cuma Jualan Nama
![Ekpos Gerakan Moeldoko Strategi AHY Jitu Agar Tak Di-Tommy Soeharto-kan]()
Tak butuh waktu lama, kepengurusan Muchdi segera mendapatkan stempel dari Kemenkumham. Barulah orang-orang Tommy bereaksi. Ujang meyakini hal itu bisa menimpa Partai Demokrat andai saja AHY tidak bergerak cepat.
"Ini berkaca pada Partai Berkarya milik Tommy Soeharto diambil alih secara diam-diam dan tak ramai. Hanya dalam dua minggu Kemenkumham mengesahkan kepengurusan baru Partai Berkarya hasil kudeta. Diam berarti kehilangan jabatan sebagai ketum Demokrat dan oleh karena itu, teriak ke publik," ucapnya.
(Baca: Makin Panas, Moeldoko Disebut Sudah Cairkan DP 25% untuk Dongkel AHY)
Baca juga : Klaim Moeldoko Didukung Nasdem dan PKB di Pilpres 2024 Cuma Jualan Nama

Tak butuh waktu lama, kepengurusan Muchdi segera mendapatkan stempel dari Kemenkumham. Barulah orang-orang Tommy bereaksi. Ujang meyakini hal itu bisa menimpa Partai Demokrat andai saja AHY tidak bergerak cepat.
"Ini berkaca pada Partai Berkarya milik Tommy Soeharto diambil alih secara diam-diam dan tak ramai. Hanya dalam dua minggu Kemenkumham mengesahkan kepengurusan baru Partai Berkarya hasil kudeta. Diam berarti kehilangan jabatan sebagai ketum Demokrat dan oleh karena itu, teriak ke publik," ucapnya.
(Baca: Makin Panas, Moeldoko Disebut Sudah Cairkan DP 25% untuk Dongkel AHY)
Lihat Juga :