Pembangunan Melek Bencana

Jum'at, 05 Februari 2021 - 06:05 WIB
loading...
A A A
Tiga Agenda
Ketiga agenda yang tertinggal tersebut harus dituntaskan satu per satu. Pertama, soal daya dukung dan daya tampung. Dalam kajian KLHS sering kita melihat daya dukung dan daya tampung tidak terformulasi dengan baik. Daya dukung fisik lahan menerima pembangunan, daya dukung sosial menerima pengaruh, daya dukung ekologi melakukan resilience, serta daya dukung politik dalam memberikan pertimbangan.

Daya dukung ini seharusnya dijabarkan dalam sebuah model prediksi tampung maksimum dan minimum. Kejadian banjir dan longsor saat ini memperlihatkan kepada kita menurunnya kemampuan lahan menahan laju air. Proses penyerapan dan penyimpanan air tidak mampu diprediksi dengan baik. Seharusnya ketika kita menembang sebuah pohon di dataran tinggi untuk kepentingan pembukaan lahan bagi pembangunan perumahan, hotel atau infrastruktur lainnya, kita sadar bahwa itu sudah menghilangkan kemampuan lahan dalam menahan laju air. Akibatnya air langsung bergerak, baik melalui celah tanah yang terbuka yang membawa erosi dan longsor maupun langsung ke badan air.

Ketika kejadian banjir ini terjadi, kita juga tidak paham berapa lama kondisi akan membaik untuk kembali pulih (resilience). Satu pohon menentukan lamanya air tertahan sebelum mengalir ke anak sungai (ini termasuk skenario daya dukung). Selanjutnya daya dukung juga di tengah, yaitu kemampuan tampung badan air. Sering kali kita menggunakan model prediksi untuk hal ini namun sering juga model yang disajikan tidak operasional.

Di sini penulis berpikir solusinya adalah daya dukung dan daya tampung dalam bentuk model yang operasional dalam pembangunan, tidak sekadar model konseptual yang tertuang dalam dokumen KLHS. Sehingga, dalam penyusunan pedoman KLHS dan tata ruang, orang harus mampu menyiapkan ini, bukan sekadar mampu menyelesaikan administrasi proyek. Banyak terjadi selama ini pelaksana proyek terjebak dalam urusan administrasi dari substansi. Titik lemah ini yang seharusnya diisi kampus atau universitas. Setiap kajian harus dilakukan dan didampingi pakar dari kampus yang tentunya punya banyak desain perencanaan. Teknis pembangunan dapat dilakukan konsultan teknik. Model prediksi daya tampung dan daya dukung menjadi ranah yang tidak boleh diabaikan dalam tata ruang dan pembangunan.

Agenda kedua, yaitu memperkuat pelaksanaan monitoring pembangun. Monitoring inilah yang menjadi titik lemah pembangunan saat ini. Ketika tata ruang menempati lokasi budi daya dan pemanfaatan, kemudian pemerintah lupa mengontrol dan mengawasi pelaksanaannya. Kontrol yang penulis maksud tidak hanya terhadap pembangunan besar yang harus memiliki dokumen amdal, juga terhadap pembangunan oleh rakyat. Percepatan pertumbuhan penduduk yang diiringi pembangunan yang begitu masif saat ini memperlihatkan pembangunan yang tidak terkendali.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BNPB Sebut Karhutla...
BNPB Sebut Karhutla Dominasi Bencana di Tanah Air pada Akhir Pekan Ini
Aliansi Kebangsaan Serukan...
Aliansi Kebangsaan Serukan Indonesia Berdamai dengan Alam Hadapi Krisis Iklim
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Dasco Panggil Satgas...
Dasco Panggil Satgas Percepatan Penanganan Bencana Sumatera
Safrizal ZA: Penyusunan...
Safrizal ZA: Penyusunan RDTR Perlu Kepastian Wilayah Administrasi agar Tak Gagal Susun
Gempa Magnitudo 5,5...
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Sarmi Papua Sore Ini
Karhutla Dominasi Bencana...
Karhutla Dominasi Bencana Alam pada Pekan Ini, BNPB: Dampak Musim Kemarau
Kemenhut Bangun Rumah...
Kemenhut Bangun Rumah untuk Warga Terdampak Bencana Aceh Tamiang
Rekomendasi
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
Nonton Latihan Pestapora...
Nonton Latihan Pestapora Makassar Lebih Murah Pakai BRImo, Begini Cara Dapat Promonya!
Berita Terkini
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Infografis
Bencana Banjir Bandang...
Bencana Banjir Bandang di Spanyol Menewaskan 95 Orang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved