Kudeta Demokrat, Peran Pemimpin Partai Jadi Pertaruhan
Kamis, 04 Februari 2021 - 07:41 WIB
loading...
Dosen Politik UIN Jakarta, Bakir Ihsan menganggap, istilah kudeta mengacu pada cara-cara yang inkonstitusional. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Dosen Politik UIN Jakarta, Bakir Ihsan menganggap, istilah kudeta mengacu pada cara-cara yang inkonstitusional. Hal ini dikatakan Bakir merespons isu kudeta di tubuh Partai Demokrat sebagaimana diungkapkan Ketua Umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
(Baca juga: Presiden Jokowi Tak Perlu Balas Surat AHY tentang Kudeta Demokrat)
"Kalau betul terjadi bisa diajukan ke pengadilan karena semua ada aturannya sehingga kalau ada kudeta berarti pelanggaran terhadap aturan," ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Kamis (4/2/2021).
Baca juga : Netanyahu dan Panglima Militer Israel Bahas Kemungkinan Menyerang Iran
Menurut Bakir, jika diksi 'kudeta' yang dimaksud adalah perebutan atau kontestasi dalam tampuk kepemimpinan partai, maka di sini lah ujian bagi pemimpin partai. Dalam hal ini, bagaimana AHY mampu menjaga soliditas pengurus dan solidaritas anggota untuk bersama-sama membesarkan partai.
(Baca juga: Presiden Jokowi Tak Perlu Balas Surat AHY tentang Kudeta Demokrat)
"Kalau betul terjadi bisa diajukan ke pengadilan karena semua ada aturannya sehingga kalau ada kudeta berarti pelanggaran terhadap aturan," ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Kamis (4/2/2021).
Baca juga : Netanyahu dan Panglima Militer Israel Bahas Kemungkinan Menyerang Iran
Menurut Bakir, jika diksi 'kudeta' yang dimaksud adalah perebutan atau kontestasi dalam tampuk kepemimpinan partai, maka di sini lah ujian bagi pemimpin partai. Dalam hal ini, bagaimana AHY mampu menjaga soliditas pengurus dan solidaritas anggota untuk bersama-sama membesarkan partai.
Lihat Juga :