Terus Taati Protokol Kesehatan

Kamis, 04 Februari 2021 - 06:33 WIB
loading...
A A A
Dengan fasilitas dan sumber daya yang dikerahkan, nyatanya laju kasus nyaris mengalahkan kemampuan rumah sakit menampung lonjakan pasien Covid-19. Tanda-tanda kolaps layanan kesehatan sebenarnya sudah terindikasi sejak September 2020, yang kemudian mereda pada periode pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta. Jelang pertengahan November 2020, pilkada serentak dan libur Natal dan Tahun Baru memperburuk ketidakmampuan rumah sakit menampung pasien. Imbas libur tersebut, jumlah kasus aktif meningkat hingga 30-40%.

Langkah cepat dan taktis perlu segera diambil agar fasilitas kesehatan tidak semakin kritis dan berakhir dengan kolaps. Tak ada yang bisa dilakukan selain menerapkan aturan yang sungguh-sungguh dan tegas. Tak perlu lagi memakai alasan agar roda ekonomi berjalan, lalu segala aktivitas dilonggarkan. Toh, sudah 11 bulan kondisi yang ada tetap sama saja, ekonomi semakin memburuk, jumlah pasien semakin melambung.

Harus ada good will dari pemegang kekuasaan untuk sedikit berkorban dan mendesak kalangan dunia usaha untuk menghentikan kegiatan selama dua pekan. Lock down dua pekan yang seharusnya dilakukan di awal pandemi dengan alasan demi perekonomian tidak dilakukan, nyatanya malah memperburuk ekonomi nasional. Jika jumlah penderita Covid-19 terus melonjak, tentu orang akan enggan berbelanja, melakukan kegiatan konsumtif meskipun ruang-ruang perekonomian dibuka.

Hal yang juga penting adalah kesadaran masyarakat untuk mengurangi aktivitasnya. Terutama penerapaan protokol kesehatan yang ketat. Sebab, banyak dijumpai masyarakat yang berhasil lolos dari maut justru semakin abai dengan protokol yang seharusnya dipatuhi. Sebab, masih ada potensi serangan kedua yang mungkin menghadirkan maut, tak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi orang-orang di sekitarnya.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PDIP Minta Kadernya...
PDIP Minta Kadernya Pastikan Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat Tanpa Diskriminasi
Kemenkes: 70 Juta Masyarakat...
Kemenkes: 70 Juta Masyarakat Ikut Cek Kesehatan Gratis Sepanjang 2025
RS Marinir Cilandak...
RS Marinir Cilandak Dilengkapi Fasilitas MRI untuk Percepat Layanan Kesehatan
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Menkes Bangun 500 RS Berkualitas di Seluruh Kabupaten
Prabowo Resmikan KEK...
Prabowo Resmikan KEK Kesehatan di Bali: Takdir Saya, Resmikan yang Baik-baik!
5 Bulan Program Cek...
5 Bulan Program Cek Kesehatan Gratis Berjalan, Partai Perindo Dorong Pemerataan Wilayah dan Gender
Prabowo Dapat Laporan...
Prabowo Dapat Laporan Puskesmas di Miangas Belum Pernah Diperbaiki Sejak Era Soeharto
Tinjau Puskesmas Miangas,...
Tinjau Puskesmas Miangas, Prabowo Soroti Pelayanan Kesehatan di Daerah Perbatasan
Program JKN Tanggung...
Program JKN Tanggung Biaya Pengobatan Anak Yunita di RSU Cempaka Lima Banda Aceh
Rekomendasi
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
Viral Mitos Lemak Berbahaya...
Viral Mitos Lemak Berbahaya untuk MPASI Anak, Ini Penjelasan Dokter!
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Berita Terkini
Balada Silmy Karim,...
Balada Silmy Karim, dari Pindad, Krakatau Steel, Dirjen Imigrasi, Wamen Imipas, dan Pakai Rompi KPK
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
KPK Tahan Wamen Imipas...
KPK Tahan Wamen Imipas Silmy Karim dan Eks Plt Dirjen Imigrasi Saffar Godam
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Kenakan Rompi Oranye dan Diborgol
Prabowo: Makan Masalah...
Prabowo: Makan Masalah Sakral, Tidak Boleh Jadi Sarana Korupsi
Sidang Gugatan PLK,...
Sidang Gugatan PLK, Saksi Sebut Organisasi Penerus HCL Tak Punya Dasar Hukum
Infografis
Jika Israel Langgar...
Jika Israel Langgar Gencatan Senjata, Houthi akan Terus Menyerang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved