Merasa Akan Dikudeta, AHY Surati Presiden Jokowi
Senin, 01 Februari 2021 - 16:02 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, ajakan dan permintaan dukungan untuk mengganti secara paksa Ketum PD tersebut, dilakukan baik melalui telepon maupun pertemuan langsung. “Dalam komunikasi mereka, pengambilalihan posisi Ketum PD, akan dijadikan jalan atau kendaraan bagi yang bersangkutan, sebagai calon presiden dalam Pemilu 2024 mendatang,” tutur AHY. Baca juga: AHY Ungkap Perebutan Demokrat untuk Kendaraan Politik Pilpres 2024
AHY menjelaskan, konsep dan rencana yang dipilih para pelaku untuk mengganti paksa Ketum PD yang sah dengan menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB) dan para pelaku menargetkan 360 pemilik suara di Demokrat.
AHY juga sudah mencium gelagat ini sejak satu bulan lalu. “Pada awalnya, kami menganggap persoalan ini hanyalah masalah kecil saja, urusan internal belaka. Tetapi sejak adanya laporan keterlibatan pihak eksternal dari lingkar kekuasaan, yang masuk secara beruntun pada minggu yang lalu maka kami melakukan penyelidikan secara mendalam,” tuturnya.
Baca juga : Pernah Ngotot Gelar Pilkada 2020, Pemerintah Dinilai Amnesia Tolak Revisi UU Pemilu
Hal tersebut disampaikan AHY dalam konferensi pers dengan didampingi oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Hinca Pandjaitan, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Nahrawi Ramli, sejumlah pengurus DPP Partai Demokrat secara fisik dan virtual, serta istri AHY, Anisa Pohan.
AHY menjelaskan, konsep dan rencana yang dipilih para pelaku untuk mengganti paksa Ketum PD yang sah dengan menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB) dan para pelaku menargetkan 360 pemilik suara di Demokrat.
AHY juga sudah mencium gelagat ini sejak satu bulan lalu. “Pada awalnya, kami menganggap persoalan ini hanyalah masalah kecil saja, urusan internal belaka. Tetapi sejak adanya laporan keterlibatan pihak eksternal dari lingkar kekuasaan, yang masuk secara beruntun pada minggu yang lalu maka kami melakukan penyelidikan secara mendalam,” tuturnya.
Baca juga : Pernah Ngotot Gelar Pilkada 2020, Pemerintah Dinilai Amnesia Tolak Revisi UU Pemilu
Hal tersebut disampaikan AHY dalam konferensi pers dengan didampingi oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Hinca Pandjaitan, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Nahrawi Ramli, sejumlah pengurus DPP Partai Demokrat secara fisik dan virtual, serta istri AHY, Anisa Pohan.
(dam)
Lihat Juga :