Said Aqil Ajak Masyarakat Indonesia Bangga dengan Budayanya

Minggu, 31 Januari 2021 - 00:08 WIB
loading...
Said Aqil Ajak Masyarakat...
Ketum PBNU Said Aqil Siradj mengatakan, masyarakat harus bangga dengan keunggulan budaya Indonesia. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketum PBNU Said Aqil Siradj mengatakan, masyarakat harus bangga dengan keunggulan budaya Indonesia ini. Sebabnya, dengan budaya kebersamaan ini, semua masyarakat Indonesia menjadi satu kesatuan.

"Kita bersyukur pada Allah SWT bahwa bangsa yang terdiri lebih dari seribu suku, ratusan bahasa, dan sekian agama serta tradisi, kita mampu melangkahi sekat-sekat perbedaan suku, bahasa, agama, dan tradisi. Itu semua sudah tak lagi menjadi ganjalan bagi kita semua," ujarnya di YouTube NU Channel dalam agenda Konser Amal dan Harlah ke 95 NU Bersama Presiden Jokowi, Sabtu (30/1/2021). Baca juga: Pesan Menyentuh KH Said Aqil Siradj untuk Seluruh Anggota di Harlah ke 95 NU

Artinya, Indonesia sudah dewasa dan mapan dalam berbangsa dan bermasyarakat. Berbeda kondisinya dengan negara-negara di Timur Tengah, yang masih ada ganjalan dalam persatuan dan kebersamaan mereka. Perang saudara pun bahkan masih terus berlangsung di sejumlah negara Timur Tengah. Bahkan, di beberapa negara yang isinya umat Muslim semua dan hanya berbeda alirannya saja. "Di kita, semua perbedaan suku, etnis, agama tak lagi menjadi masalah, itu berkat kekuatan civil society, salah satunya yang turut andil adalah NU di samping ormas lainnya," tuturnya. Baca juga: KH Said Aqil: Kontribusi NU Menjaga Solidaritas di Tanah Air Sangat Besar

Di sejumlah negara di Timur Tengah, ungkapnya, meski banyak ulama hebat dan berkelas, tapi tak mampu bersatu sebagaimana di Indonesia dan itu haruslah disyukuri. NU sebegai organisasi Islam terbesar di Indonesia turut andil dalam membangun budaya kebersamaan tersebut. Hal ini sesuai dengan jargon pendiri NU, KH M Hasyim Asy'ari bahwa nasionalisme itu bagian dari iman. "Apa yang kurang di Timur Tengah itu meski Islamnya benar, sama-sama percaya pada Allah, percaya pada Nabi, rukun Islamnya sama, puasa Ramadan, haji, dan umrah, yang beda adalah akhlaknya, budayanya," imbuhnya. Baca juga: Menuju 1 Abad Nahdlatul Ulama, Perkuat Harmoni Islam-Nasionalisme

Namun begitu, dia pun tak melarang saat ada orang Indonesia yang belajar hingga ke negera di Timur Tengah selama saat pulang kembali ke Indonesia membawa dan mengamalkan ilmunya itu. Bahkan, belajar sampai ke Eropa atau Amerika pun tak masalah selama saat pulang nanti dia mengamalkan ilmu yang didapatkannya itu, tapi bukan budayanya. Kiai Said menilai, budaya Indonesia itu lebih unggul dari budaya manapun. Maka itu, orang Indonesia harus memiliki dan berpegang pada budaya, kepribadian, dan jati dirinya karena kalau sampai itu semua menghilang, martabatnya pun bakal hilang pula.

"Silakan sekolah di Australia, Eropa, Amerika, tapi pulang bawa teknologi, jangan bawa budayanya, nanti mentang-mentang dari Amerika pulang bawa wiski dengan pacarnya duduk-duduk di pinggir jalan lalu ciuman, jangan. Budaya kita punya sopan santun, tidak pantas ciuman di pinggir jalan di depan orang ramai-ramai, itu bukan budaya kita," katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gus Yahya Siap Mencalonkan...
Gus Yahya Siap Mencalonkan Kembali Jadi Ketum PBNU di Muktamar NU ke-35
Syuriyah NU se-Lampung...
Syuriyah NU se-Lampung Minta Calon Ketum PBNU Tak Rangkap Jabatan
Forbes NU 26 Sampaikan...
Forbes NU 26 Sampaikan Sembilan Rekomendasi ke PBNU
Gus Aab Nilai NU Butuh...
Gus Aab Nilai NU Butuh Kiai Zulfa yang Mampu Hubungkan Turats dengan Persoalan Kekinian
Kiai Said Aqil Anggap...
Kiai Said Aqil Anggap Kitab Kiai Zulfa sebagai Ruh Perjuangan NU Masa Depan
Jelang Muktamar ke-35...
Jelang Muktamar ke-35 NU, Nama KH Zulfa Mustofa Masuk Bursa Calon Ketum PBNU
Jelang Final Piala Dunia,...
Jelang Final Piala Dunia, Caketum PBNU Gus Salam Jagokan Argentina Jadi Pemenang
Bakal Dihadiri 3.000...
Bakal Dihadiri 3.000 Peserta, Gus Ipul Ungkap Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
Tutup Kaderisasi Nasional...
Tutup Kaderisasi Nasional 2026, Ansor Canangkan Cetak Biru Kepemimpinan Nasional
Rekomendasi
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
Permintaan Hunian Tetap...
Permintaan Hunian Tetap Tinggi, Alam Sutera Kembangkan Kawasan Residensial Baru
Berita Terkini
Abdullah Alkatiri Yakin...
Abdullah Alkatiri Yakin JPU Tidak Bakal Mendakwa Ulang Dokter Tifa
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved