Demi Gaet Pemilih, Suharso Pilih Anak Muda Masuk Struktur PPP

loading...
Demi Gaet Pemilih, Suharso Pilih Anak Muda Masuk Struktur PPP
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa menerangkan alasannya memilih anak muda masuk struktur kepengurusan PPP periode 2020-2025. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa menerangkan alasannya memilih anak muda untuk masuk ke dalam struktur kepengurusan PPP periode 2020-2025. Dirinya ingin menyesuaikan PPP dengan kerangka demografi pemilih di masa mendatang.

(Baca juga: Resmi, Ini Daftar Lengkap 45 Pengurus PPP Periode 2020-2025)

"Belajar dari sejarah capaian PPP sebelumnya, kemudian kita melihat pada tantangan masa depan ini, dan kemudian kita letakkan itu dalam kerangka demografi pemilih pada masa akan datang," kata Suharso dalam Harlah PPP ke-48 yang bertajuk "Jalan Pulang Menuju Ka'bah" yang disiarkan langsung di stasiun tv nasional dan akun Youtubenya, Kamis (28/1/2021) malam.

(Baca juga: PPP Lantik Pengurus Baru Periode 2020-2025 Malam Ini)



"Dan demikian tentu, kami harus menjawab itu, kira-kira yang tepat, yang pas itu orang-orang yang bisa menjemput kemenangan pada 2024, kategorinya seperti apa," sambungnya.

Karena itu, lanjut Suharso, PPP mengklasifikasikannya struktur kepengurusannya menjadi beberapa bagian yakni, kerja-kerja elektoral, kerja-kerja fungsional, kerja-kerja suporter, kerja-kerja organisasi, dan managemen.

Kemudian, kata Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN) ini, pihaknya juga merlihat persis demografi di Indonesia di mana, tahun 2024 pemilih akan didominasi oleh kaum muda, kaum milenial, bahkan nanti ada generasi alfa. Sehingga, pihaknya memilih pengurus yang juga berasal dari kalangan muda.



"Jadi tentu kami lebih suka kalau kita memiliki pengurus-pengurus yang mempunyai perspektif yang sama dengan pemilih, sehingga dengan demikian mereka bisa bertemu," harap Suharso.

"Inilah apa yang kami sebut dengan wajah baru, wajah yang bisa menjaga PPP-nya sendiri dan bisa menjemput masa depan itu, dan memahami berdasarkan perspektif yang tepat. Dan mudah-mudahan itu bisa bekerja maksimal," tuturnya.
(maf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top