Dilantik Jokowi Jadi Kapolri Hari Ini, Listyo Sigit Diharapkan Jadi Ikon Anti Diskriminasi
Rabu, 27 Januari 2021 - 07:16 WIB
loading...
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane berharap Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo bisa menjadi ikon Anti Diskriminasi di tubuh Polri. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane menyatakan jika tak ada aral melintang, hari ini Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo akan dilantik Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) sebagai Kapolri baru menggantikan Jenderal Idham Azis yang akan pensiun pada 25 Januari 2021.
"Dengan dilantiknya Sigit, IPW berharap mantan Kabareskrim itu bisa menjadi ikon Anti Diskriminasi di tubuh Polri," ujar Neta saat dihubungi SINDOnews, Rabu (27/1/2021). Baca juga: Jabat Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Diharapkan Bawa Perubahan
Neta mengatakan kenapa Listyo Sigit harus menjadi ikon Anti Diskriminasi? Sebab selama ini sulit sekali bagi Pati non Muslim untuk memegang jabatan tertentu di Polri.
Bahkan selama Indonesia merdeka dan selama Polri berdiri, baru dua kali Kapolri dijabat Pati non Muslim, yakni Widodo Budidarmo kerabat Ibu Tien dan Listyo Sigit mantan ajudan Jokowi. Menurutnya, Sigit berhasil lolos dari lubang jarum diskriminasi di tubuh kepolisian.
"Sebab itu dengan dilantiknya menjadi Kapolri, Sigit harus membawa paradigma baru di tubuh Polri, paradigma yang anti diskriminasi dan Sigit harus mampu menjadi ikonnya," jelasnya.
Lebih lanjut Neta mengatakan, setidaknya ada tiga diskriminasi di tubuh Polri yang harus segera dihilangkan Kapolri Sigit, mengingat dirinya sebagai ikon Anti Diskriminasi di Polri. Pertama, segera cabut Surat Keputusan Kapolri No: Kep/407/IV/2016 tgl 20 April 2016 yang menyebutkan syarat menjadi Kapolda/Wakapolda harus berpendidikan Sespimti/Lemhanas/Sesko TNI.
"Dengan dilantiknya Sigit, IPW berharap mantan Kabareskrim itu bisa menjadi ikon Anti Diskriminasi di tubuh Polri," ujar Neta saat dihubungi SINDOnews, Rabu (27/1/2021). Baca juga: Jabat Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Diharapkan Bawa Perubahan
Neta mengatakan kenapa Listyo Sigit harus menjadi ikon Anti Diskriminasi? Sebab selama ini sulit sekali bagi Pati non Muslim untuk memegang jabatan tertentu di Polri.
Bahkan selama Indonesia merdeka dan selama Polri berdiri, baru dua kali Kapolri dijabat Pati non Muslim, yakni Widodo Budidarmo kerabat Ibu Tien dan Listyo Sigit mantan ajudan Jokowi. Menurutnya, Sigit berhasil lolos dari lubang jarum diskriminasi di tubuh kepolisian.
"Sebab itu dengan dilantiknya menjadi Kapolri, Sigit harus membawa paradigma baru di tubuh Polri, paradigma yang anti diskriminasi dan Sigit harus mampu menjadi ikonnya," jelasnya.
Lebih lanjut Neta mengatakan, setidaknya ada tiga diskriminasi di tubuh Polri yang harus segera dihilangkan Kapolri Sigit, mengingat dirinya sebagai ikon Anti Diskriminasi di Polri. Pertama, segera cabut Surat Keputusan Kapolri No: Kep/407/IV/2016 tgl 20 April 2016 yang menyebutkan syarat menjadi Kapolda/Wakapolda harus berpendidikan Sespimti/Lemhanas/Sesko TNI.
Lihat Juga :