Vaksinasi COVID-19 Merupakan Pencegahan, MUI: Lebih Utama Dalam Islam

Selasa, 26 Januari 2021 - 12:07 WIB
loading...
Vaksinasi COVID-19 Merupakan...
MUI menegaskan jika program vaksinasi sebagai pencegahan agar masyarakat terpapar COVID-19 dalam aspek Islam adalah lebih utama dibandingkan dengan mengobati. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Komisi Dakwah Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) Pusat, KH Cholil Nafis menegaskan jika program vaksinasi sebagai pencegahan agar masyarakat terpapar COVID-19 dalam aspek Islam adalah lebih utama dibandingkan dengan mengobati.

Selain itu, Cholil menegaskan jika vaksin COVID-19 dari Sinovac sudah dinyatakan halal dan suci sehingga tidak perlu ragu untuk vaksinasi. “Saya ingin menyampaikan salam dari Ketua Umum kami Majelis Ulama Indonesia Miftachul Akhyar, yang beliau ingin sekali menyampaikan hal ini kepada umat, biar tidak ragu lagi tentang vaksin Corona Sinovac yang telah kita lakukan kita halalkan dan kita nyatakan suci,” ungkapnya dalam Webinar: Mengapa Perlu Vaksinasi COVID-19? Secara virtual, Selasa (26/1/2021). Baca juga: 43 Penghuni Terpapar Covid-19, Kodam Jaya Salurkan Bantuan ke Panti Fransiskus Asisi

Pandemi COVID-19 yang telah melanda lebih dari 10 bulan lamanya ini juga harus diupayakan untuk mencari penyelesaiannya ataupun obatnya. “Berkenaan dengan pola ya, yang menimpa kehidupan kita yang dilanda pandemi COVID-19 ini, sudah 10 bulan kita tidak bisa maksimal untuk beraktivitas, maka kita harus mencari solusinya yang termasuk juga pengobatannya. Karena kita harus berupaya secara manusiawi untuk mencari penyelesaian atau obat dari kita,” kata Cholil.

Salah satunya, kata Cholil yakni dengan vaksinasi. “Nah, berkenaan dengan vaksin ini, di dalam kerangka hukum Islam, kita mengenal ada yang namanya pengobatan, ada yang sifatnya pencegahan. Kalau dalam bahasa kedokteran mungkin ada yang preventif, ada yang juga sifatnya kuratif,” tuturnya.

Cholil menegaskan di dalam Islam, disebutkan bahwa mencegah, menolak atau memelihara melindungi diri, lebih baik daripada mengobatinya. “Karena itu, kerangka vaksinasi itu adalah bagian dari proses pencegahan. Proses dimana kita melindungi diri dari adanya penyakit. Ada yang sifatnya kena pengobatannya,” katanya.

“Nah, di dalam Islam langkah mencegah lebih utama menurut Islam. Jadi kita mengenal dalam kebiasaan kita, tidak makan duren berlebihan bagi yang sudah usia, bahkan tidak makan duren sama sekali, tidak makan daging kambing sama sekali, barangkali itu dalam rangka pencegahan timbulnya penyakit. Termasuk kita memelihara kebersihan, kita rajin olahraga adalah bagian kita memelihara kesehatan. Itu lebih utama daripada kita datang ke rumah sakit, apalagi sekarang Rumah Sakit yang tidak semuanya bisa diisi,” terang Cholil. Baca juga: Pengguna Surat Tes COVID-19 Palsu Bisa Jadi Sumber Penularan di Transportasi Umum

Sehingga, langkah vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah saat ini menurut Islam lebih utama. “Jadi langkah yang dilakukan oleh pemerintah dengan vaksinasi itu menurut Islam lebih utama. Daripada pemerintah membangun rumah sakit di berapa tempat. Ini aspek keagamaan di dalam ajaran Islam kami,” tegas Cholil.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
MUI Minta Presiden Prabowo...
MUI Minta Presiden Prabowo Selamatkan 5 WNI yang Ditangkap Israel
MUI Minta Komdigi Blokir...
MUI Minta Komdigi Blokir dan Perketat Pengawasan Akses Platform Judi Online
MUI dan FORKOPI Sepakat...
MUI dan FORKOPI Sepakat Perkuat Ekonomi Kerakyatan melalui Koperasi Syariah
MUI Minta Polemik Pernyataan...
MUI Minta Polemik Pernyataan JK Dihentikan demi Menjaga Kerukunan Bangsa
MUI Ajak Umat Islam...
MUI Ajak Umat Islam Jadikan Iduladha Momentum Perkuat Persatuan dan Tingkatkan Kepedulian
Beda Fatwa dengan MUI...
Beda Fatwa dengan MUI Soal Dam Haji, Kemenhaj: Bukan Paksakan, Tapi Sediakan Keleluasaan Fiqh Haji
MUI Tegaskan Penyembelihan...
MUI Tegaskan Penyembelihan Hewan DAM Harus di Tanah Suci
Rekomendasi
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Kabar Duka, Icuk Nugroho...
Kabar Duka, Icuk Nugroho Pemeran Saep di Preman Pensiun Meninggal Dunia
Berita Terkini
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Roy Suryo-Dokter Tifa...
Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap, Pakar Hukum: Tak Ada Tekanan dari Kubu Jokowi
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
4 Keputusan Munas Kader...
4 Keputusan Munas Kader Muda NU, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo hingga Tolak Zonasi AHWA
Infografis
Dalam Sekejap, 1.000...
Dalam Sekejap, 1.000 Lebih Perusahaan di Jepang Bangkrut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved