Sejumlah Organisasi Tolak Komersialisasi Vaksinasi Covid-19, Ini Alasannya

Sabtu, 23 Januari 2021 - 17:14 WIB
loading...
Sejumlah Organisasi...
Koalisi masyarakat untuk Keadilan Kesehatan Covid-19 menolak rencana pembukaan vaksin mandiri. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Wacana mengenai vaksinasi Covid-19 secara mandiri mengemuka belakangan ini. Ada keinginan sejumlah beberapa pihak untuk melakukan vaksinasi mandiri. Keinginan mendapatkan vaksin mandiri ini muncul ketika vaksin Sinovac tiba di Indonesia dan mulai dilakukan penyuntikan pertama kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Koalisi masyarakat untuk Keadilan Kesehatan Covid-19 menolak rencana pembukaan vaksin mandiri. Menurut koalisi, vaksinasi mandiri adalah bentuk komersialisasi. Padahal, vaksin adalah barang publik yang diberikan kepada masyarakat umum.

Adapun koalisi ini terdiri dari sejumlah organisasi antara lain LaporCovid19, KawalCovid19, YLBHI, Indonesia Corruption Watch, Lokataru Foundation.Baca juga: Pertama di Inggris, Masjid Jadi Pusat Vaksinasi COVID-19

Co-Initiator and Co-Leader Koalisi Masyarakat untuk Covid-19 (situs Lapor Covid) Irma Hidayana mengatakan, jika pemerintah membuka vaksin dengan jalur mandiri maka akan menyalahi prinsip kesetaraan dan keadilan.
Baca Juga : Penjelasan Kemenkes Vaksinasi Corona Perlu Dilakukan Secara Massal

Walaupun jika alasan vaksin mandiri dilakukan adalah untuk mempercepat program vaksinasi. “Rencana pemerintah untuk membuka jalur vaksinasi menyalahi prinsip kesetaraan dan keadilan akses terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat,” ucap Irma dalam keterangannya, Sabtu (23/1/2021).
Baca Juga : Dokter Tirta Puji Menkes: Jarang Pejabat Akui Kesalahan Sistem, Good Pak...

Menurut dia, pemberian vaksin seharusnya mengikuti rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni vaksinasi dilakukan dengan memberikan prioritas kepada kelompok rentan terpapar Covid-19, seperti tenaga kesehatan, kelompok lanjut usia dan orang-orang yang tinggal di lokasi dengan tingkat penularan yang tinggi.

“Distribusi vaksinasi harus dilakukan berdasarkan pertimbangan kesehatan masyarakat, medis, dan epidemiologi, bukan kemampuan finansial,” katanya.Baca juga: Anies Baswedan Pamer Wajah Baru Senen, Indahnya Bikin Geleng Kepala

Apalagi, lanjut dia, saat ini setiap negara tengah berlomba-lomba untuk mendapatkan vaksin yang ketersediaanya masih sangat terbatas. Pemberian vaksin di dunia saat ini tidak adil, karena negara atau golongan kaya akan mendapatkan vaksin lebih dahulu.

“Oleh karena itu, kita harus memastikan bahwa ketidakadilan yang sama tidak terjadi juga di negeri kita sendiri di mana akses terhadap vaksinnya ditentukan oleh kemampuan finansial untuk membeli vaksin tersebut,” tuturnya.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Alumni Relawan RSDC...
Alumni Relawan RSDC Wisma Atlet Hadiri Reuni dan Halalbihalal di Markas Marinir
Mitigasi Inklusif Kolaboratif...
Mitigasi Inklusif Kolaboratif Organisasi Jadi Model Ideal Hadapi Bencana Non Alam Pandemi
3 Orang Jadi Tersangka,...
3 Orang Jadi Tersangka, Kasus Pengadaan APD Covid-19 Rugikan Negara Rp319 Miliar
SBY Lapor ke Jokowi...
SBY Lapor ke Jokowi Jadi Penasihat Khusus Aliansi Sedunia Membasmi Malaria
WHO Sebut Tren Kerja...
WHO Sebut Tren Kerja Jarak Jauh Bisa Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Pekerja
Eks Bos CDC Klaim Peran...
Eks Bos CDC Klaim Peran Penting AS dalam Memulai Pandemi Covid
Dharma Pongrekun Sebut...
Dharma Pongrekun Sebut Pandemi Agenda Terselubung Asing, Ini Alasan Ridwan Kamil Tanya soal Covid-19
BUMN Berperan Penting...
BUMN Berperan Penting selama Pandemi Covid-19 dan Era Pemulihan
Rekomendasi
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Bikin Momen Kumpul Keluarga...
Bikin Momen Kumpul Keluarga di Rumah Makin Seru dengan Inspirasi Kegiatan ala Shopee
Harry Kane Cetak Brace,...
Harry Kane Cetak Brace, Inggris Singkirkan DR Kongo
Berita Terkini
Mantan Wakil Kepala...
Mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan Tersangka Korupsi MBG
Hari Ini Prabowo Bertemu...
Hari Ini Prabowo Bertemu Presiden Belarus Lukashenko di Istana Merdeka
Selain Kasus Suap Jabatan,...
Selain Kasus Suap Jabatan, KPK Endus Bupati Kuansing Terima Uang Pelepasan HPT
Golkar: Capres-Cawapres...
Golkar: Capres-Cawapres Jangan Terlalu Sedikit dan Jangan juga Terlalu Banyak
Hari Ini Sidang Perdana...
Hari Ini Sidang Perdana Dokter Tifa, Area PN Jaktim Disekat Ketat
Minat Gen Z Meningkat,...
Minat Gen Z Meningkat, Diaspora RI Hadirkan Ruang Belajar tentang Jepang
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved