Wabah Corona, Perpusnas Diminta Gencarkan Layanan Perpustakaan Digital
Jum'at, 17 April 2020 - 13:11 WIB
loading...
Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando, dihadapan pimpinan sidang Abdul Fikri Faqih dan anggota Komisi X DPR RI saat menjalani Rapat Dengar Pendapat (RDP) secara teleconference, Kamis (16/4/2020).
A
A
A
JAKARTA - Di tengah masa pandemi Covid-19 (Corona), jumlah pengunjung dan pengguna layanan digital Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) justru mengalami kenaikan signifikan sampai 130 persen tiap minggunya. Layanan digital seperti iPusnas menjadi pilihan masyarakat mengatasi kejenuhan physical distancing yang diterapkan pemerintah.
Hal tersebut dikemukakan Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando, dihadapan pimpinan sidang Abdul Fikri Faqih dan anggota Komisi X DPR RI saat menjalani Rapat Dengar Pendapat (RDP) secara teleconference, Kamis 16 April 2020.
Lebih jauh disampaikan Syarif Bando bahwa sejak kebijakan stay at home diberlakukan pada Maret lalu, masyarakat antusias mendownload dan menggunakan aplikasi iPusnas. Pada periode 8-14 Maret jumlah pen-download iPusnas berada di angka 8.238, lalu melonjak tajam pada periode 29 Maret-4 April yang mencapai angka 42.645.
"Signifikansi juga terjadi pada tingkat keterpakaian iPusnas. Pada periode 8-14 Maret berada di angka 9.783. Namun pada periode 29 Maret-4 April meningkat drastis menjadi 40.902," kata Syarif dalam siaran pers, Jumat (17/4/2020).
Aplikasi baca digital iPusnas mendapatkan dukungan penuh dari seluruh anggota Komisi X DPR. iPusnas dianggap efektif mengisi kekosongan waktu dan kejenuhan masyarakat di masa pandemi. Mereka berharap di masa mendatang, Perpusnas sebagai supplier (penyedia) harus berkolaborasi dengan provider TI atau institusi lain, seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ataupun Kementerian Pariwisata.
Hal tersebut dikemukakan Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando, dihadapan pimpinan sidang Abdul Fikri Faqih dan anggota Komisi X DPR RI saat menjalani Rapat Dengar Pendapat (RDP) secara teleconference, Kamis 16 April 2020.
Lebih jauh disampaikan Syarif Bando bahwa sejak kebijakan stay at home diberlakukan pada Maret lalu, masyarakat antusias mendownload dan menggunakan aplikasi iPusnas. Pada periode 8-14 Maret jumlah pen-download iPusnas berada di angka 8.238, lalu melonjak tajam pada periode 29 Maret-4 April yang mencapai angka 42.645.
"Signifikansi juga terjadi pada tingkat keterpakaian iPusnas. Pada periode 8-14 Maret berada di angka 9.783. Namun pada periode 29 Maret-4 April meningkat drastis menjadi 40.902," kata Syarif dalam siaran pers, Jumat (17/4/2020).
Aplikasi baca digital iPusnas mendapatkan dukungan penuh dari seluruh anggota Komisi X DPR. iPusnas dianggap efektif mengisi kekosongan waktu dan kejenuhan masyarakat di masa pandemi. Mereka berharap di masa mendatang, Perpusnas sebagai supplier (penyedia) harus berkolaborasi dengan provider TI atau institusi lain, seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ataupun Kementerian Pariwisata.
Lihat Juga :