Salurkan Bantuan, TNI AL Kerahkan Helikopter Jangkau Daerah Terisolir di Sulbar
Jum'at, 22 Januari 2021 - 05:31 WIB
loading...
TNI AL mengerahkan Helikopter Panther dalam misi operasi kemanusiaan untuk mendistribusikan bantuan logistik kepada masyarakat di wilayah terdampak bencana gempa bumi yang terisolir di Desa Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulbar. Foto/Dispenal
A
A
A
JAKARTA - TNI Angkatan Laut (AL) mengerahkan Helikopter jenis AS-565 MBe Panther dalam misi operasi kemanusiaan untuk mendistribusikan bantuan logistik kepada masyarakat di wilayah terdampak bencana gempa bumi yang terisolir di Desa Ulumanda, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.
Helikopter bernomor lambung HS-4209 yang berasal dari Skuadron Udara 400 Wing Udara 2 Surabaya ini mengangkut bantuan logistik dari KRI dr. Soeharso-990 yang bersandar di Dermaga Rangas, Pangkalan TNI AL (Lanal) Mamuju. Bahan bantuan logistik yang diangkut antara lain 20 sak beras, 100 kardus mie instan, 4 kardus ikan sarden, dan 10 kardus biskuit yang langsung dibagikan kepada masyarakat setempat. Baca juga: Sehari, 50 Korban Gempa Mamuju Jalani Perawatan di KRI dr. Soeharso-990
”Penerbangan misi operasi kemanusiaan ini diikuti oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat M. Idris, Komandan Yonmarhanlan VI Makassar Letkol Marinir Gigih Catur Pramono, Komandan Lanal Mamuju Letkol Marinir La Ode Jimmy H. R, putera Gubernur Sulawesi Barat Andi Ian Rusali Masdar, serta prajurit Yonmarhanlan VI,” Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama (S) Julius Widjojono, dalam keterangan tertulisnya yang diterima SINDOnews, Kamis (21/1/2021). Baca juga: Bawa Tenaga Medis dan Logistik, KRI Soeharso dengan 2 Heli Tiba di Mamuju
Hingga hari keenam pascagempa bumi yang meluluhlantakkan Provinsi Sulawesi Barat khususnya Kabupaten Majene dan Mamuju, TNI AL telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Search and Rescue (SAR) yang menerjunkan ratusan prajurit untuk melaksanakan misi kemanusiaan membantu para korban. Baca juga: TNI AL Tembus Daerah Terisolasi Banjir di Kalimantan Selatan
Satgas SAR TNI AL yang berjumlah 439 personel terdiri dari Satgas Laut yang membawahi Kapal Rumah Sakit TNI AL KRI dr. Soeharso-990, KRI Teluk Ende-517, KRI Tongkol-813, KRI Pandrong-801 dan akan menyusul KRI Teluk Cirebon-543 dan KRI Oswald Siahaan-354 disamping juga terdapat 2 helikopter yang onboard di KRI dr. Soeharso-990 yang digunakan untuk keperluan medis dan pendistribusian logistik ke daerah-daerah terisolir.
Helikopter bernomor lambung HS-4209 yang berasal dari Skuadron Udara 400 Wing Udara 2 Surabaya ini mengangkut bantuan logistik dari KRI dr. Soeharso-990 yang bersandar di Dermaga Rangas, Pangkalan TNI AL (Lanal) Mamuju. Bahan bantuan logistik yang diangkut antara lain 20 sak beras, 100 kardus mie instan, 4 kardus ikan sarden, dan 10 kardus biskuit yang langsung dibagikan kepada masyarakat setempat. Baca juga: Sehari, 50 Korban Gempa Mamuju Jalani Perawatan di KRI dr. Soeharso-990
”Penerbangan misi operasi kemanusiaan ini diikuti oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat M. Idris, Komandan Yonmarhanlan VI Makassar Letkol Marinir Gigih Catur Pramono, Komandan Lanal Mamuju Letkol Marinir La Ode Jimmy H. R, putera Gubernur Sulawesi Barat Andi Ian Rusali Masdar, serta prajurit Yonmarhanlan VI,” Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama (S) Julius Widjojono, dalam keterangan tertulisnya yang diterima SINDOnews, Kamis (21/1/2021). Baca juga: Bawa Tenaga Medis dan Logistik, KRI Soeharso dengan 2 Heli Tiba di Mamuju
Hingga hari keenam pascagempa bumi yang meluluhlantakkan Provinsi Sulawesi Barat khususnya Kabupaten Majene dan Mamuju, TNI AL telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Search and Rescue (SAR) yang menerjunkan ratusan prajurit untuk melaksanakan misi kemanusiaan membantu para korban. Baca juga: TNI AL Tembus Daerah Terisolasi Banjir di Kalimantan Selatan
Satgas SAR TNI AL yang berjumlah 439 personel terdiri dari Satgas Laut yang membawahi Kapal Rumah Sakit TNI AL KRI dr. Soeharso-990, KRI Teluk Ende-517, KRI Tongkol-813, KRI Pandrong-801 dan akan menyusul KRI Teluk Cirebon-543 dan KRI Oswald Siahaan-354 disamping juga terdapat 2 helikopter yang onboard di KRI dr. Soeharso-990 yang digunakan untuk keperluan medis dan pendistribusian logistik ke daerah-daerah terisolir.
Lihat Juga :