Jubir Vaksin: Secara Global 172 Vaksin Covid-19 Masuk Tahap Pre Klinik

Rabu, 20 Januari 2021 - 09:38 WIB
loading...
Jubir Vaksin: Secara...
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmidzi mengungkapkan hingga saat ini sebanyak 172 vaksin Covid-19 yang dikembangkan secara global telah masuk tahap pre klinik. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmidzi mengungkapkan hingga saat ini sebanyak 172 vaksin Covid-19 yang dikembangkan secara global telah masuk tahap pre klinik.

“Sedikit mengupdate perkembangan vaksin bahwa di dunia global ini ada 172 vaksin yang sudah dalam tahap pre klinik,” ungkap Nadia dalam webinar sosialisasi vaksin Covid-19, Rabu (20/1/2021). Baca juga: Cegah Covid-19 Pascagempa di Sulbar, Kemenkes Lakukan Screening dan Testing

Namun, kata Nadia, dari 172 vaksin tersebut masih harus melalui berbagai tahap hingga masuk ke dalam tahap uji klinik. Dimana saat ini ada 60 vaksin yang sudah masuk uji klinik. “Tapi tentu masih perjalanan panjang untuk bisa kemudian vaksin-vaksin ini masuk ke dalam tahap uji klinik yang 60 vaksin saat ini,” katanya. Baca juga: Soal Vaksinasi di Daerah Bencana, Satgas Covid-19 Bilang Begini

Vaksin yang dibuat juga dari berbagai macam platform dalam pembuatannya. “Ini platformnya macam-macam ya jenis vaksin itu, ada yang inaktivasi virusnya. Ada yang vektor viralnya, kemudian ada yang proteinnya mana yang berbasis RNA,” kata Nadia.

Sementara vaksin yang sudah selesai uji klinik tahap III diantaranya Pfizer, Moderna, AstraZeneca, Novavax, Johnson & Johnson, Sinovac Biotech, Gamaleya, CanSino, Sinopharm. “Nah ini adalah vaksin-vaksin yang sudah hampir menyelesaikan uji klinis tahap III dan sebagian besar vaksin ini akan digunakan di Indonesia,” katanya.

Nadia juga menegaskan dalam memilih vaksin harus memenuhi beberapa kriteria. “Ada beberapa kriteria yang pasti keamanannya, tentu saja sudah dipastikan, diupayakan tidak ada efek samping yang berat. Kalaupun ada efek samping yang berat harus minimal. Selalu harus dipertimbangkan lebih banyak amannya, keuntungannya, manfaatnya dibandingkan efek sampingnya. Efikasi minimal 50% seperti yang disampaikan WHO,” tegasnya.

Vaksin ini, kata Nadia, diharapkan dapat memberikan perlindungan yang cukup panjang. Selain itu, stabilitas penyimpanannya dan menggunakan dosis yang memungkinkan itu bisa digunakan dalam beberapa dosis. “Jadi bukan satu kemasan, 1 dosis. Yang diutamakan adalah yang dalam satu kemasan ini bisa digunakan untuk beberapa kali penyuntikan,” tambahnya.

Sementara, kata Nadia, untuk memenuhi kebutuhan 181,5 juta jiwa yang akan divaksinasi yang artinya itu membutuhkan 426 juta dosis vaksin. “Maka pemerintah mengupayakan pemenuhan kebutuhan vaksin ini dengan berbagai cara. Yang pertama adalah tentunya mengembangkan vaksin dalam negeri yaitu vaksin merah putih, melakukan pemilihan secara langsung baik dalam bentuk jadi, maupun dalam bentuk bahan mentah. Dan yang ketiga adalah bekerja sama di dalam lembaga internasional yaitu WHO, CEPI dan GAVI,” papar Nadia.

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual
UU Kesehatan Digugat...
UU Kesehatan Digugat Dharma Pongrekun, Kemenkes: Aturan Disusun Perhatikan Hak Warga Negara
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Kemenkes Siapkan Penjelasan dan Dokumen Pendukung
6 Juta Pekerja Rokok...
6 Juta Pekerja Rokok Terancam di PHK, Wamenaker: Kebijakan Harus Berpihak pada Rakyat
Poltekkes Kemenkes Jakarta...
Poltekkes Kemenkes Jakarta II Gandeng Daegu Health College, Resmikan Dental Work Station Modern
Wamenkes Pantau Langsung...
Wamenkes Pantau Langsung Skrining Kesehatan Gratis Mitra Driver Gojek
Dilaporkan soal Dugaan...
Dilaporkan soal Dugaan Gelar Palsu, Kemenkes: Menkes Budi Tak Pernah Cantumkan Gelar dalam Administrasinya
Rekomendasi
Sidang PK Nikita Mirzani...
Sidang PK Nikita Mirzani Ditunda hingga 1 Juli 2026, Kuasa Hukum Ungkap Alasannya
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
Potongan Aplikasi Gojek...
Potongan Aplikasi Gojek Turun Jadi 8% Mulai 1 Juli 2026, Manajemen GOTO Angkat Suara
Berita Terkini
Jaksa Agung Singgung...
Jaksa Agung Singgung Wacana Peleburan Pidum-Pidsus demi Penanganan Perkara Lebih Efisien
Evaluasi 6 Bulan KUHP-KUHAP...
Evaluasi 6 Bulan KUHP-KUHAP Baru, Jaksa Agung Sebut Masih Ada Ketidakseragaman di Lapangan
Presiden Prabowo: Hanya...
Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentaranya Sering Ada di Sawah
Polemik Ijazah Jokowi,...
Polemik Ijazah Jokowi, Bonatua Silalahi Gugat KPU, Bawaslu, hingga Rektor UGM
Pengacara Sony Sonjaya...
Pengacara Sony Sonjaya Sayangkan Permohonan JC Ditolak Kejagung
Presiden Prabowo: Saya...
Presiden Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved