Mengkhawatirkan, 108 Kabupaten/Kota Berstatus Zona Merah COVID-19

Selasa, 19 Januari 2021 - 20:20 WIB
loading...
Mengkhawatirkan, 108...
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa pada pekan ini jumlah daerah berzona merah naik tajam. Bahkan jumlahnya lebih dari 100 daerah. FOTO/DOK.iNews
A A A
JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa pada pekan ini jumlah daerah zona merah naik tajam. Bahkan jumlahnya lebih dari 100 daerah.

"Sangat berat bagi saya untuk menyampaikan bahwa zona risiko tinggi atau zona merah di Indonesia meningkat tajam pada minggu ini. Bahkan untuk pertama kalinya mencapai jumlah yang sama dengan awal perhitungan zonasi risiko dilakukan yaitu pada tanggal 31 Mei 2020 lalu. Jumlah zona merah mencapai lebih dari 100, yaitu 108 kabupaten/kota," katanya saat konferensi pers, Selasa (19/1/2021).

Wiku juga menunjukan bahwa nyaris tak ada warna hijau dalam peta zonasi risiko penularan COVID-19 di Indonesia. Dia menyebut memang ada penurunan jumlah daerah di zona oranye dan kuning tapi tak sepadan dengan kenaikan zona merah.

Baca juga: Update Corona: 927.380 Positif, 753.948 Sembuh, 26.590 Meninggal

"Ingatlah semakin tinggi risiko penularan maka semakin dekat covid-19 dari Anda dan keluarga Anda. Termasuk kita semuanya dan diri saya. Jangan salah fokus. Upaya yang harus kita lakukan bersama adalah menurunkan angka di zona oranye untuk pindah ke zona kuning bahkan hijau. Bukan untuk pindah ke zona merah," katanya.

Wiku menyebut pada pekan ini terdapat 52 kabupaten/kota yang berpindah dari zona oranye ke zona merah. Daerah-daerah tersebut antara lain Kota Medan, Tanah Datar, Kota Prabumulih, Lampung Utara, Lampung Barat, Pringsewu, Bandung dan Bandung Barat. Lalu Banyumas, Purbalingga, Kebumen, Wonosobo, Magelang, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Pati, Jepara, Semarang, Batang, Pemalang, Kota Magelang, dan Kota Semarang.

Kemudian Ponoroogo, Trenggalek, madiun, Magetan, Ngawi, Dompu, Bima, Kota Bima, Manggarai Barat, Sukamara, Gunung Mas, Katingan , dan Pulang Pisau. Selanjutnya Berau, Penajam Paser Utara, Kota Balikpapan, Kota Bontang, Tanah Bumbu dan Tanah Laut. Lalu Minahasa, Minahasa tenggara, Kota Tomohon, Kota Kotamobagu, Poso, Tolitoli, Tojo Una-Una, Sigi, Morowali Utara, dan Kepulauan Aru.

Baca juga: Tren COVID-19 di Jawa-Bali Memburuk, Wiku: 3 Minggu Baru Kelihatan Hasil PKM

"Saya selalu sampaikan kepada kepala daerah dan masyarakat yang berada di zona oranye untuk berupaya maksimal agar segera berpindah ke zona kuning dan hijau. Namun nyatanya pada minggu ini kabupaten/kota di zona oranye berbondong-bondong pindah ke zona merah. Ini adalah kondisi yang sangat mengkhawatirkan," tuturnya.

Wiku kembali meminta agar keadaan ini benar-benar dijadikan refleksi pada penanganan COVID-19 di daerah. Jika perkembangan menunjukan ke arah yang tidak diharapkan, maka artinya perlu memperbaiki strategi, cara dan upaya penanganan COVID-19.

"Jangan berpuas diri dengan upaya penanganan yang belum maksimal. Mari kita sama-sama terus memperbaiki diri dan bergotong-royong untuk menghadapi pandemi ini," katanya.



Dia juga meminta masyarakat untuk membantu menekan penularan dengan tetap berada di rumah dan tidak bepergian jika tak mendesak. Termasuk juga selalu menerapkan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

"Dan kepada kepala daerah di 52 kabupaten/kota ini, saya mohon dengan sangat untuk berkonsultasi dengan Kementerian Kesehatan dan Satgas pusat apabila ada kendala atau tantangan yang dihadapi. Koordinasikan kebutuhan yang dapat mendukung peningkatan upaya penanganan COVID-19 di wilayah masing-masing. Sehingga dapat mencapai upaya yang maksimal," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sikapi Penyakit Super...
Sikapi Penyakit Super Flu di Indonesia, Menkes: Tak Mematikan seperti Covid-19
Tantangan Penyakit Menular...
Tantangan Penyakit Menular Kita
Eks Mensos Juliari Batubara...
Eks Mensos Juliari Batubara Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bansos Presiden 2020
Kasus APD Covid-19,...
Kasus APD Covid-19, KPK Ajukan Banding atas Vonis 3 Tahun Eks Pejabat Kemenkes
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Kasus Korupsi APD Covid-19,...
Kasus Korupsi APD Covid-19, Mantan Pejabat Kemenkes Divonis 3 Tahun Penjara
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Tantri Kotak Jadi Korban...
Tantri Kotak Jadi Korban Penipuan, Uang Rp10 Miliar Diduga Dibawa Kabur Teman Sendiri
Sepak Pojok Jadi Mimpi...
Sepak Pojok Jadi Mimpi Buruk! Aljazair Comeback Dramatis, Yordania Tersingkir
Ingat Besok Jadwal Puasa...
Ingat Besok Jadwal Puasa Tasua, Ini Bacaan Niatnya!
Berita Terkini
Prabowo Resmikan 1.151...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Jadi Urat Nadi Perekonomian Rakyat
Tingkatkan Layanan Kesehatan...
Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
Mahasiswa UBK Desak...
Mahasiswa UBK Desak Pengurus BEM yang Bertemu Gibran Mundur dari Jabatan karena Diduga Terima Uang
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved