Menteri Sakti Wahyu dan Hasto Ajak Insinyur Produktif dan Inovatif

loading...
Menteri Sakti Wahyu dan Hasto Ajak Insinyur Produktif dan Inovatif
Kiri ke kanan: Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meraih gelar profesi insinyur dari Universitas Gadjah Mada. Foto/Istimewa
JAKARTA - Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan gelar profesi insinyur kepada tiga lulusan yang dilantik Selasa (19/1/2021) hari ini.

Ketiga lulusan insinyur ini adalah Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Pertanian dan Perikanan Timor Leste Pedro dos Reis.

Wakil Rektor UGM, Prof Djagal Wiseso Marseno bangga karena pelantikan kali ini membantu UGM memecahkan rekor dengan telah melantik 1367 lulusan berprofesi insinyur. Diharapkan semua lulusan ini bisa berkontribusi secara nyata dalam pembangunan Indonesia. Baca juga: UGM Beri Gelar Profesi Insinyur ke Sakti, Hasto, dan Menteri Timor Leste

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono, dalam sambutannya, mengakui mendapat gelar profesi insinyur itu berat. Lebih berat lagi beban yang harus dihadapi setelahnya karena mempunyai konsekuensi tanggung jawab besar.



Sakti mengungkapkan saat menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan mengetahui ternyata Indonesia memiliki banyak orang pintar dan hebat, namun seluruh sektor serta teknologi justru dikuasai oleh asing.

"Pertahanan kita boleh dibilang 99 persen dikuasai teknologi asing. Makanya ini berat tantangannya," kata Trenggono.

Begitupun ketika ditugaskan di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Trenggono menemukan bahwa selama ini Indonesia terlalu banyak mengeksploitasi wilayah darahnya. Padahal wilayah lautnya lebih luas, yang ironinya lebih banyak dieksploitasi oleh asing.



"Saya menemukan kita butuh teknologi hebat yang harus kita ciptakan sendiri, sehingga bisa kita gunakan sumber daya kita itu demi kesejahteraan rakyat Indonesia. Pada titik ini dibutuhkan peran serta para insinyur kita sendiri," tuturnya. Baca juga: PDIP Cetak Tiga Rekor Muri, Begini Ungkapan Perasaan Megawati

"Tantangan ke depan adalah bagaimana kita membawa beban sebagai insinyur untuk bisa berbuat sesuatu demi memajukan bangsa ini. Tantangan kita sangat besar. Impor kita sangat besar. Bahkan makanan kita dikuasai luar. Untuk itu, selamat bekerja dan mohon dukungan para insinyur baru untuk membantu negara kita, bersama-sama mewujudkan Indonesia Maju," tutur Trenggono.

Sementara Hasto Kristiyanto mengatakan pencapaian ini merefleksikan bahwa bangsa Indonesia perlu terus menerus belajar menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Khususnya demi mendorong kesadaran betapa Indonesia lebih butuh menjadi produktif dan inovatif dibanding berkonflik sendiri di dalam negeri.

"Insinyur Indonesia memiliki tanggung jawab menjalankan kampanye ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemajuan bangsa, mewujudkan Indonesia berdikari sesuai semangat Pancasila," ujar Hasto.
(dam)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top