Bebas Pergi dengan Sertifikat Vaksinasi, ITAGI: Masih Perlu Dikaji

Selasa, 19 Januari 2021 - 13:43 WIB
loading...
Bebas Pergi dengan Sertifikat...
Menkes Budi Gunadi berwacana membebaskan penggunaan sertifikat digital vaksinasi sebagai syarat bebas bepergian tanpa tes swab PCR kepada warga yang sudah disuntik vaksin Covid-19. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi berwacana membebaskan penggunaan sertifikat digital vaksinasi sebagai syarat bebas bepergian tanpa tes swab PCR kepada warga yang sudah disuntik vaksin Covid-19.

Menanggapi hal ini, Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Sri Rezeki S. Hadinegoro meminta agar tidak dikeluarkan terlebih dahulu aturan itu. Apalagi, saat ini World Health Organization (WHO) masih mengkaji hal ini. “Ada wacana sebagai hot issue, yang banyak dibahas adalah immunity travel atau immunity paspor. Dikatakan kalau sudah diimunisasi tidak perlu lagi swab lagi deh kalau mau pergi naik pesawat, apakah itu betul? Itu yang menjadi masalah. Kalau kita baca seruan WHO, WHO belum mengatakan ya. Dia masih perlu dikaji. Jadi ini juga kita kita sedang mengkaji apakah betul,” ungkap Sri dalam rapat kerja dengan DPR RI Komisi IX secara virtual, Selasa (19/1/2021). Baca juga: Target Vaksin COVID-19 Tak Dapat Pemberitahuan, Menkes Budi: Kontak 119

Sri menjelaskan pembentukan antibodi seseorang pascavaksinasi memerlukan waktu yang panjang. Paling lama sekitar dua bulan baru bisa dipastikan antibodi terbentuk dengan maksimal. “Karena begini, seseorang yang dapat imunisasi, dosis pertama ini dia belum menaikkan antibodi. Ini baru membuat yang kita sebut sel memori. Kemudian dosis kedua ini baru untuk meningkatkan antibodi tinggi. Jadi kalau cuma disuntik sekali itu tidak ada artinya,” katanya.

“Jadi memang harus betul-betul dua kali suntikan. Dan kadar antibodi maksimal itu baru dicapai sekitar 10-14 hari setelah dosis kedua sampai sebulan. Berarti kan ini masih perlu dua bulan untuk perlu orang mempunyai yakin betul bahwa antibodinya maksimal,” jelas Sri. Baca juga: Bukan Cuma Vaksin, Ini Strategi Kemenkes Selesaikan Pandemi COVID-19 di Indonesia

Namun, Sri mengatakan tidak semua orang dilakukan vaksinasi Covid-19 secara bersama sehingga ada infection rate atau potensi terjadi infeksi pasca vaksinasi sebelum terbentuk antibodi. “Itu kalau di vaksinasi bersama-sama. Kalau vaksinasinya bertahap tentunya ada yang kita sebut infection rate, orang-orang yang masih berkeliaran yang belum divaksin dan dia menderita atau dia OTG itu kan masih menularkan,” katanya.

Oleh karena itu, tegas Sri, penerapan sertifikat vaksin untuk travel tidak dikeluarkan terlebih dahulu untuk saat ini. “Jadi ini menjadi pemikiran untuk tidak mengeluarkan dulu saat ini dengan immunity paspor tadi,” tegasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkes Usul Penderita...
Menkes Usul Penderita TBC Dapat MBG, DPR: Wacana Tidak Masuk Akal
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
BPOM dan WHO Perkuat...
BPOM dan WHO Perkuat Kolaborasi Pengawasan Obat dan Makanan
Kepala BPOM Beberkan...
Kepala BPOM Beberkan Capaian WHO Listed Authority di National University of Singapore
Menkes Sarankan Pemudik...
Menkes Sarankan Pemudik Istirahat Setiap 3 Jam: Ngantuk Jadi Penyebab Kecelakaan
Menkes Ungkap 1.824...
Menkes Ungkap 1.824 Orang Paling Kaya Terima PBI-JK
Menkes Budi Gunadi Soroti...
Menkes Budi Gunadi Soroti Fenomena FOMO Lari: Tak Masalah asal Sehat
Setelah Chatib Basri,...
Setelah Chatib Basri, Menkes Merapat ke Istana Temui Prabowo
Raker Komisi IX DPR,...
Raker Komisi IX DPR, Menkes Paparkan Ancaman Krisis Dokter di Indonesia
Rekomendasi
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Berita Terkini
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved