BNPB dan Kemensos Beda Pendapat soal Penjarahan Pengiriman Bansos di Mamuju
Minggu, 17 Januari 2021 - 13:00 WIB
loading...
Menteri Sosial Tri Rismaharini menyebut kejadian penjarahan dalam distribusi bantuan ke korban gempa di Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat bukan merupakan penjarahan. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) berbeda pendapat dengan Kementerian Sosial ( Kemenso s) mengenai kejadian penjarahan dalam distribusi bantuan ke korban gempa di Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat. BNPB menyebut hal itu merupakan penjarahan, sementara Kemensos menyebut bukan penjarahan.
Baca juga : Ketika Panglima TNI Hadi Tjahjanto Menerjang Banjir di Liang Anggang
Baca juga : DPR Minta Risma Segera Penuhi Kebutuhan Dasar Korban Banjir dan Gempa
Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB, Bambang Surya Putra membenarkan bahwa peristiwa tersebut merupakan penjarahan. Sementara Menteri Sosial Tri Rismaharini menyebut hal tersebut bukan merupakan penjarahan. Baca juga: Gempa Majene, Kapal RS Terapung Ksatria Airlangga Beserta 18 Dokter Diberangkatkan
"Mengenai penjarahan info yang kami dapatkan sempat terjadi. Namun saat ini penyelidikan kepolisian setempat dan juga telah dilakukan upaya-upaya penanganan untuk pengamanan jalur-jalur yang dikhawatirkan terjadi kerawanan-kerawanan sosial seperti itu," ujar Bambang dalam konferensi pers secara virtual, Minggu (17/1/2021).
Baca juga: Pakar Ungkap 2 Faktor Penyebab Kasus COVID-19 Kembali Pecah Rekor
Baca juga : Ketika Panglima TNI Hadi Tjahjanto Menerjang Banjir di Liang Anggang
Baca juga : DPR Minta Risma Segera Penuhi Kebutuhan Dasar Korban Banjir dan Gempa
Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB, Bambang Surya Putra membenarkan bahwa peristiwa tersebut merupakan penjarahan. Sementara Menteri Sosial Tri Rismaharini menyebut hal tersebut bukan merupakan penjarahan. Baca juga: Gempa Majene, Kapal RS Terapung Ksatria Airlangga Beserta 18 Dokter Diberangkatkan
"Mengenai penjarahan info yang kami dapatkan sempat terjadi. Namun saat ini penyelidikan kepolisian setempat dan juga telah dilakukan upaya-upaya penanganan untuk pengamanan jalur-jalur yang dikhawatirkan terjadi kerawanan-kerawanan sosial seperti itu," ujar Bambang dalam konferensi pers secara virtual, Minggu (17/1/2021).
Baca juga: Pakar Ungkap 2 Faktor Penyebab Kasus COVID-19 Kembali Pecah Rekor
Lihat Juga :