Jokowi Tunjuk Listyo Sigit Jadi Calon Kapolri, Sikap PKS dan Demokrat Ditunggu

Kamis, 14 Januari 2021 - 08:02 WIB
loading...
Jokowi Tunjuk Listyo...
Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini dan Ketua Fraksi Demokrat DPR RI Edhi Baskoro Yudhoyono. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Presiden Jokowi telah mengirimkan surat presiden ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang isinya menunjuk Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri untuk menggantikan Jenderal Idham Azis yang akan memasuki masa pensiun. DPR kemudian akan mengagendakan uji kepatutan dan kelayakan terhadap Listyo Sigit.

Baca juga : Pesan PBNU ke Komjen Listyo Sigit: Jangan Tumpul ke Atas, Tajam ke Bawah

Seluruh fraksi belum memberikan sikap resmi mereka terhadap keputusan Presiden Jokowi memilih Sigit. Termasuk, PKS dan Demokrat yang dianggap sebagai partai yang berada di luar koalisi pemerintahan.

Baca juga : Menanti Efektivitas Vaksin

Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai, selama ini calon tunggal Kapolri yang diusulkan Jokowi berjalan mulus dan hampir tidak ada hambatan sama sekali. Hal ini bisa dilihat dari dari pengalaman Jokowi sejak menjadi presiden. (Baca juga: Listyo Sigit Prabowo Calon Kapolri Pilihan Jokowi )

"Apa yang menjadi pilihan terkait pilihan Jokowi terhadap Kapolri semua di amini DPR, dalam bahasa sederhana saya mengatakan bahwa DPR menjadi tukang stempel presiden, tidak ada yang berani melawan selera dan maunya presiden, hampir semua keinginan dan kehendak presiden Jokowi diamini DPR," ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Kamis (14/1/2021).

"Ini yang kita tunggu-tunggu apakah PKS dan Demokrat dibuat tidak berdaya oleh Presiden Jokowi," ujar Pangi.

Baca juga : Pencopotan Ketua KPU Imbas Batasan Final dan Mengikat Putusan DKPP Tidak Jelas

Pangi mengaku mencermati alasan mengapa Presiden Jokowi hanya mengusulkan satu nama ke DPR, dan mengapa tidak dua nama misalnya? Karena ia melihat presiden ingin Kapolri yang terpilih 'all out habis' untuk agenda dan kepentingan kekuasaan presiden.

Sebaliknya, jika Presiden memilih dua nama calon Kapoli, maka kesan yang muncul calon yang nantinya terpilih ada di ranah pilihan DPR. "Kalau satu nama berarti pilihan yang bulat oleh presiden. Pengesahan DPR hanya seremonial formal saja, ujungnya adalah agar kapolri tegak lurus dan all out habis untuk agenda kekuasaan hukum presiden," katanya. (Baca juga: Pemuda Muhammadiyah: Situasi Kamtibmas Saat Ini Butuh Sosok Pak Listyo )

(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapolri Naikkan Pangkat...
Kapolri Naikkan Pangkat 4 Pati Polri Jadi Komjen, Ini Daftar Lengkapnya
PKS Targetkan 2 Kali...
PKS Targetkan 2 Kali Lipat Legislator Muda di Senayan pada 2029
Pakar Hukum: Konsep...
Pakar Hukum: Konsep Presisi Jadi Kunci Meningkatnya Kepercayaan Publik kepada Polri
PKS Minta Fenomena Calon...
PKS Minta Fenomena Calon Mahasiswa Tidak Daftar Ulang di PTN Jadi Evaluasi SPMB 2026
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
Jenderal Sigit Bentuk...
Jenderal Sigit Bentuk Polresta Baru Khusus di IKN, Dijabat AKBP Supriyanto
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Rekomendasi
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
Kasus Dugaan Penganiayaan...
Kasus Dugaan Penganiayaan ART Naik Penyidikan, Erin Wartia Berpotensi Jadi Tersangka
Bulog Buka Gudang untuk...
Bulog Buka Gudang untuk Mahasiswa UGM, Dirut: Lihat Langsung Pengelolaan Cadangan Beras
Berita Terkini
Polisi Tetapkan 3 Mantan...
Polisi Tetapkan 3 Mantan Pejabat Pertamina Niaga dan Samin Tan Tersangka Jual Beli BBM
OTT di Kuansing, KPK...
OTT di Kuansing, KPK Minta Bupati dan Sekda Menyerahkan Diri
PDIP Nonaktifkan Anggota...
PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Imbas Dugaan Intimidasi Dokter Icha
Pakar: Putusan Nadiem...
Pakar: Putusan Nadiem Makarim Buktikan Hukum Tidak Tebang Pilih
Survei Puspoll Indonesia:...
Survei Puspoll Indonesia: Lebih dari 80 Persen Masyarakat Dukung Pilkada Langsung
Polri Kini Punya 54...
Polri Kini Punya 54 Jenderal Baru pada 2026 usai Kapolri Berikan Kenaikan Pangkat
Infografis
Daftar 7 Wakapolda Baru...
Daftar 7 Wakapolda Baru Pilihan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo  
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved