Jelang Vaksinasi Presiden Jokowi, Video Politikus PDIP Tolak Vaksin Beredar
Rabu, 13 Januari 2021 - 10:04 WIB
loading...
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning. FOTO/SINDOnews/CAPTURE VIDEO
A
A
A
JAKARTA - Video penolakan vaksin anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan ( PDIP ) dalam rapat kerja Komisi IX DPR RI bersama Menteri Kesehatan dan Direktur Bio farma beredar luas menjelang penyuntikan vaksin terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang rencananya dilakukan hari ini, Rabu (13/1/2021). Vaksin COVID-19 dinilai hanya menjadi bisnis negara terhadap rakyatnya.
Adalah Ribka Tjiptaning anggota DPR RI sekaligus ketua DPP partai pengusung Presiden Joko Widodo yang keras berbicara dalam tayangan video berdurasi 03.44 detik itu.
"Saya tetap tidak mau divaksin. Maupun semua usia boleh divaksin dan anak cucu saya di Jakarta denda Rp5 Juta karena menolak vaksin, mending gw bayar," kata Ribka seperti yang dikutip dalam video TV Parlemen, Rabu (13/1/2021). (Baca juga: Divaksin Covid-19, Jokowi: Tidak Terasa Sama Sekali )
![Jelang Vaksinasi Presiden Jokowi, Video Politikus PDIP Tolak Vaksin Beredar]()
Ribka beralasan bahwa Bio Farma sebagai lembaga kesehatan yang menangani vaksin Sinovac belum memaparkan hasil uji klinis yang ketiganya. Dia pun mencontohkan beberapa kasus vaksin yang tidak jelas uji klinisnya. Seperti misalnya vaksin polio untuk antipolio di Sukabumi malah lumpuh layu. Kemudian antikaki gajah di Majalaya meninggal 12 karena ditolak dibeberapa negara dan di Indonesia diterima dengan harga Rp1,3 triliun.
Adalah Ribka Tjiptaning anggota DPR RI sekaligus ketua DPP partai pengusung Presiden Joko Widodo yang keras berbicara dalam tayangan video berdurasi 03.44 detik itu.
"Saya tetap tidak mau divaksin. Maupun semua usia boleh divaksin dan anak cucu saya di Jakarta denda Rp5 Juta karena menolak vaksin, mending gw bayar," kata Ribka seperti yang dikutip dalam video TV Parlemen, Rabu (13/1/2021). (Baca juga: Divaksin Covid-19, Jokowi: Tidak Terasa Sama Sekali )

Ribka beralasan bahwa Bio Farma sebagai lembaga kesehatan yang menangani vaksin Sinovac belum memaparkan hasil uji klinis yang ketiganya. Dia pun mencontohkan beberapa kasus vaksin yang tidak jelas uji klinisnya. Seperti misalnya vaksin polio untuk antipolio di Sukabumi malah lumpuh layu. Kemudian antikaki gajah di Majalaya meninggal 12 karena ditolak dibeberapa negara dan di Indonesia diterima dengan harga Rp1,3 triliun.
Lihat Juga :