Pilpres 2024 Momentum Emas bagi Cak Imin
Rabu, 13 Januari 2021 - 06:50 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga: Ganjar Pranowo Kian Melejit, Cak Imin Ramaikan Bursa Calon Presiden 2024 ).
Adi mengatakan, jika benar Cak Imin mau mengambil kesempatan untuk bertarung di Pilpres 2024 , yang bersangkutan dan timnya harus segera bergerak. Minimal dengan sering muncul ke publik sehingga namanya bisa dipersepsikan sebagai salah satu kandidat capres 2024. "Jadi Cak Imin harus mulai running. Apalagi 2021 ini kan mulai ramai pembahasan UU Pemilu, sehingga pembicaraan politik bakal mulai ramai. Ya kalau Cak imin maju kan menarik sebagai perwakilan NU minimal. NU politik tentu saja, bukan NU kultural," ujarnya.
(Baca juga: Habib Rizieq atau Ustaz Abdul Somad yang Jadi Ketum Masyumi Reborn? Ahmad Yani: Kedua-duanya Layak ).
Namun, hal realistis yang juga harus dipikirkan adalah bahwa ambang batas pencapresan 20% bisa menjadi kendala. Dengan posisi PKB yang hanya memiliki 9,69% suara, menurut Adi, Cak Imin harus memikirkan koalisi dengan minimal dua parpol menengah untuk bisa menembus ambang batas 20% presidential threshold (PT). "Cak Imin bisa saja maju diusung kader, didorong DPW-DPW, tapi PR terbesarnya adalah harus mendapatkan sokongan dari dua parpol lain untuk menggenapi PT 20 persen."
Selain itu, hingga saat ini, nama Cak Imin relatif masih minim dibicarakan dalam ranah survei, masih kalah dibandingkan nama Ganjar Pranowo ataupun Tri Rismaharini. "Artinya, kalau bicara 2024, Cak Imin harus bekerja keras untuk menderek elektabilitasnya. Minimal untuk selalu jadi perbincangan di ruang publik, itu modal dasar untuk pencapresan. Itu tugas Cak Imin ke depan," pungkasnya.
Adi mengatakan, jika benar Cak Imin mau mengambil kesempatan untuk bertarung di Pilpres 2024 , yang bersangkutan dan timnya harus segera bergerak. Minimal dengan sering muncul ke publik sehingga namanya bisa dipersepsikan sebagai salah satu kandidat capres 2024. "Jadi Cak Imin harus mulai running. Apalagi 2021 ini kan mulai ramai pembahasan UU Pemilu, sehingga pembicaraan politik bakal mulai ramai. Ya kalau Cak imin maju kan menarik sebagai perwakilan NU minimal. NU politik tentu saja, bukan NU kultural," ujarnya.
(Baca juga: Habib Rizieq atau Ustaz Abdul Somad yang Jadi Ketum Masyumi Reborn? Ahmad Yani: Kedua-duanya Layak ).
Namun, hal realistis yang juga harus dipikirkan adalah bahwa ambang batas pencapresan 20% bisa menjadi kendala. Dengan posisi PKB yang hanya memiliki 9,69% suara, menurut Adi, Cak Imin harus memikirkan koalisi dengan minimal dua parpol menengah untuk bisa menembus ambang batas 20% presidential threshold (PT). "Cak Imin bisa saja maju diusung kader, didorong DPW-DPW, tapi PR terbesarnya adalah harus mendapatkan sokongan dari dua parpol lain untuk menggenapi PT 20 persen."
Selain itu, hingga saat ini, nama Cak Imin relatif masih minim dibicarakan dalam ranah survei, masih kalah dibandingkan nama Ganjar Pranowo ataupun Tri Rismaharini. "Artinya, kalau bicara 2024, Cak Imin harus bekerja keras untuk menderek elektabilitasnya. Minimal untuk selalu jadi perbincangan di ruang publik, itu modal dasar untuk pencapresan. Itu tugas Cak Imin ke depan," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :