Terobosan Sandiaga Beri Harapan Baru Parekraf di Tengah Pandemi

loading...
Terobosan Sandiaga Beri Harapan Baru Parekraf di Tengah Pandemi
Berbagai langkah yang dilakukan Menteri Parekraf Sandiaga Salahuddin Uno, dinilai beri harapan baru bagi sektor parekraf Indonesia di tengah pandemi Corona. Foto/Okezone
JAKARTA - Berbagai langkah yang dilakukan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Parekraf ) Sandiaga Salahuddin Uno, dinilai memberi harapan baru bagi sektor parekraf Indonesia di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).

(Baca juga: Bangkitkan Wisata 2021, Menparekraf Sandiaga Uno Tetap Utamakan Protokol Kesehatan)

Peneliti Universitas Padjadjaran (Unpad) SDGs Center, Ade Kadarisman mengatakan, Sandiaga selalu menekankan penguatan tiga aspek yakni inovasi, adaptasi dan kolaborasi untuk bangkitkan sektor pariwisata.

(Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno Bakal Sulap Ekosistem Mangrove Jadi Ekowisata Kekinian)



Ia menilai, tiga aspek tersebut bisa menjadi jawaban atas stagnasi di sektor parekraf . Inovasi yang akan diciptakan dalam penguatan parekraf adalah menciptakan big data digital yang berisi potensi-potensi dari berbagai daerah mulai dari bidang kuliner, fashion, kesenian, infrastruktur dan lain sebagainya.

(Baca juga: Sri Mulyani dan Sandiaga Uno Gelar Pertemuan Tertutup, Bahas Apa Ya?)

"Tujuannya agar dapat dipetakan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di setiap daerah, serta dilakukan penguatan pariwisata, ekonomi kreatif, dan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Ade, Senin (11/1/2021).



Saat pandemi maupun pasca-Covid-19, wisatawan akan lebih memperhatikan tingkat keselamatan saat melakukan kegiatan wisata. Menerapkan protokol CHSE (Clealiness, Health, Safety, and Environmental Sutainablity) di setiap destinasi wisata adalah cara untuk beradaptasi pasca-Covid-19.

"Adaptasi merupakan salah satu cara untuk berkegiatan di tengah pandemi Corona. Ini perlahan menggerakkan kembali kegiatan wisata dan ekonomi kreatif di Indonesia," ucapnya.

Tak hanya melakukan inovasi dan adaptasi, kolaborasi juga dilakukan Sandi dengan berbagai kementerian/lembaga serta pemerintah daerah.

Menurut Ade, kolaborasi juga dapat dilakukan dengan perguruan tinggi untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, memiliki kompetensi yang tinggi, dan dapat bersaing di dunia kerja.

Kata dia, pengembangan kualitas SDM pun dapat dilakukan dengan vokasi dan peningkatan soft skill SDM. "Kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan menjadi cara untuk bertahan dan keluar dari jeratan pandemi ini," ujarnya.
(maf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top