Anwar Hafid: Vaksin Sinovac Jadi Harapan Baru Selamatkan Indonesia
Selasa, 12 Januari 2021 - 15:37 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, kepastian distribusi vaksin sampai proses vaksinasi yang berjalan mesti aman dan dipastikan tidak mengalami kerusakan yang justru mengancam nyawa publik.
Ketiga, kata Anwar, pemerintah mesti menjamin bahwa akan konsisten dan bertangung jawab penuh bagi keselamatan warga negara. Karena itu, perlu dipikirkan bagi mereka yang kondisi tubuhnya akan mengalami efek samping dari vaksinasi yang akan terjadi.
"Pemerintah mesti menyediakan skema perlindungan dan pertolongan khusus bagi mereka, misalnya memberikan layanan gratis bagi penanganan pasien yang mengalami efek samping dari vaksin. Bukan sekedar memberikan ancaman bahwa mereka yang menolak vaksin akan mendapatkan hukuman," urainya.
Dikatakan Anwar Hafid, tidak boleh pemerintah menakut-nakuti rakyat sendiri dengan ancaman hukuman. Lebih penting pemerintah melakukan sosialisasi yang massif, komunikasi publik yang baik terkait vaksin dan vaksinasi. "Gunakan semua elemen tokoh masyarakat, tokoh agama serta kelompok-kelompok terkait. Bangun, komunikasi yang teduh, bukan komunikasi yang menakut-nakuti karena hal tersebut sangat tidak mendidik rakyat," katanya.
Ketiga, kata Anwar, pemerintah mesti menjamin bahwa akan konsisten dan bertangung jawab penuh bagi keselamatan warga negara. Karena itu, perlu dipikirkan bagi mereka yang kondisi tubuhnya akan mengalami efek samping dari vaksinasi yang akan terjadi.
"Pemerintah mesti menyediakan skema perlindungan dan pertolongan khusus bagi mereka, misalnya memberikan layanan gratis bagi penanganan pasien yang mengalami efek samping dari vaksin. Bukan sekedar memberikan ancaman bahwa mereka yang menolak vaksin akan mendapatkan hukuman," urainya.
Dikatakan Anwar Hafid, tidak boleh pemerintah menakut-nakuti rakyat sendiri dengan ancaman hukuman. Lebih penting pemerintah melakukan sosialisasi yang massif, komunikasi publik yang baik terkait vaksin dan vaksinasi. "Gunakan semua elemen tokoh masyarakat, tokoh agama serta kelompok-kelompok terkait. Bangun, komunikasi yang teduh, bukan komunikasi yang menakut-nakuti karena hal tersebut sangat tidak mendidik rakyat," katanya.
(abd)
Lihat Juga :