Calon Kapolri Hak Prerogatif Presiden, Bara JP: Nggak Usah Berspekulasi
Selasa, 12 Januari 2021 - 14:10 WIB
loading...
Siapa calon Kapolri hingga kini masih menjadi teka-teki. Penunjukan Kapolri menggantikan Jenderal Pol Idham Aziz merupakan hak prerogratif Presiden Jokowi. Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Siapa calon Kapolri hingga kini masih menjadi teka-teki. Penunjukan Kapolri menggantikan Jenderal Pol Idham Aziz merupakan hak prerogratif Presiden Joko Widodo (Jokowi) .
Semua pihak diharapkan tidak mendesak atau meributkan siapapun Kapolri baru yang nantinya dipilih. “Namun siapa yang ditunjuk Presiden Joko Widodo atau yang diajukan ke DPR adalah yang terbaik yang bisa memimpin kepolisian semakin baik ke depan, menjaga ketertiban, menegakkan hukum, mengayomi, dan melayani masyarakat,” kata Ketua Umum Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP), Viktor S. Sirait dalam siaran persnya, Selasa (12/1/2021). (Baca juga: Mahfud MD soal Calon Kapolri: Masih Tebak-Tebak Buah Nangka)
Viktor menambahkan dari 5 nama yang diajukan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), semuanya layak menjadi Kapolri. "Dari lima nama yang diajukan kepada Presiden, semuanya layak jadi Kapolri karena mereka menjadi bintang tiga dan menduduki jabatan sekarang karena sudah teruji secara loyalitas, intelektualitas, dan kenyang pengalaman," ujarnya.
![Calon Kapolri Hak Prerogatif Presiden, Bara JP: Nggak Usah Berspekulasi]()
Ia hanya berharap Kapolri yang baru nanti bisa membawa Polri jauh lebih profesional dan benar-benar menjadi pengayom dan pelindung masyarakat. Menurutnya, semakin hari kepolisian sebenarnya sudah semakin baik dan tingkat kepercayaan masyarakat berdasarkan beberapa survei juga semakin dipercaya.
Seperti diketahui, isu perihal Presiden Jokowi telah memilih satu nama untuk diajukan ke DPR RI sebagai Kapolri yang baru berhembus di masyarakat. Isu bahwa Presiden telah menetapkan satu nama untuk diajukan ke DPR telah banyak beredar terutama di media sosial.
Namun, Menko Polhukam sekaligus Ketua Kompolnas Mahfud MD , menyebut bahwa satu nama yang beredar di masyarakat hanya sebatas spekulasi. Menurut Mahfud, Jokowi memiliki cara tersendiri dalam memilih pejabat.
Semua pihak diharapkan tidak mendesak atau meributkan siapapun Kapolri baru yang nantinya dipilih. “Namun siapa yang ditunjuk Presiden Joko Widodo atau yang diajukan ke DPR adalah yang terbaik yang bisa memimpin kepolisian semakin baik ke depan, menjaga ketertiban, menegakkan hukum, mengayomi, dan melayani masyarakat,” kata Ketua Umum Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP), Viktor S. Sirait dalam siaran persnya, Selasa (12/1/2021). (Baca juga: Mahfud MD soal Calon Kapolri: Masih Tebak-Tebak Buah Nangka)
Viktor menambahkan dari 5 nama yang diajukan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), semuanya layak menjadi Kapolri. "Dari lima nama yang diajukan kepada Presiden, semuanya layak jadi Kapolri karena mereka menjadi bintang tiga dan menduduki jabatan sekarang karena sudah teruji secara loyalitas, intelektualitas, dan kenyang pengalaman," ujarnya.

Ia hanya berharap Kapolri yang baru nanti bisa membawa Polri jauh lebih profesional dan benar-benar menjadi pengayom dan pelindung masyarakat. Menurutnya, semakin hari kepolisian sebenarnya sudah semakin baik dan tingkat kepercayaan masyarakat berdasarkan beberapa survei juga semakin dipercaya.
Seperti diketahui, isu perihal Presiden Jokowi telah memilih satu nama untuk diajukan ke DPR RI sebagai Kapolri yang baru berhembus di masyarakat. Isu bahwa Presiden telah menetapkan satu nama untuk diajukan ke DPR telah banyak beredar terutama di media sosial.
Namun, Menko Polhukam sekaligus Ketua Kompolnas Mahfud MD , menyebut bahwa satu nama yang beredar di masyarakat hanya sebatas spekulasi. Menurut Mahfud, Jokowi memiliki cara tersendiri dalam memilih pejabat.
Lihat Juga :