Tak Cukup Vaksinasi, Ini Kunci Keberhasilan Lawan COVID-19
Selasa, 12 Januari 2021 - 13:33 WIB
loading...
A
A
A
Dokter lulusan Universitas Padjajaran, Bandung itu menilai Sinovac sama halnya dengan vaksin lain yang sudah melalui uji klinis seperti Pfizer, Moderna, Oxford. Menurut dia, belum ada jaminan bahwa orang yang divaksin tidak akan tertular COVID-19. (Baca juga: Vaksinasi di Jateng, Berikut Daftar 3 Daerah yang Pertama Kali Digelar )
"Belum ada jaminan. Jadi, potensi penularan masih ada dan berapa persennya belum diketahui, sehingga itulah sebabnya 3T dan 5M itu sangat wajib. Wajib banget!," katanya.
Dicky menekankan pentingnya 3T karena di tahap awal vaksinasi yang berisiko adalah kaum lansia dan orang dengan penyakit penyerta (komorbid). Lantaran itu, testing dan tracing harus ditingkatkan demi memastikan sebagian besar orang yang diduga maupun terdeteksi membawa virus harus diisolasi atau karantina.
"Sebagian besar masyarakat masih bisa belum divaksin meskipun yang sehat sekali pun. Karena keterbatasan logistik vaksinnya, sehingga mereka juga harus dilindungi yang rawan ini. 5M ya harus dilakukan, baik yang sudah divaksin maupun yang belum," katanya.
"Belum ada jaminan. Jadi, potensi penularan masih ada dan berapa persennya belum diketahui, sehingga itulah sebabnya 3T dan 5M itu sangat wajib. Wajib banget!," katanya.
Dicky menekankan pentingnya 3T karena di tahap awal vaksinasi yang berisiko adalah kaum lansia dan orang dengan penyakit penyerta (komorbid). Lantaran itu, testing dan tracing harus ditingkatkan demi memastikan sebagian besar orang yang diduga maupun terdeteksi membawa virus harus diisolasi atau karantina.
"Sebagian besar masyarakat masih bisa belum divaksin meskipun yang sehat sekali pun. Karena keterbatasan logistik vaksinnya, sehingga mereka juga harus dilindungi yang rawan ini. 5M ya harus dilakukan, baik yang sudah divaksin maupun yang belum," katanya.
(abd)
Lihat Juga :