Pilpres 2024, PKS Jangan Terlambat Memunculkan Tokoh
Senin, 11 Januari 2021 - 11:02 WIB
loading...
A
A
A
(Lihat Juga Foto: Eks Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq Kembali Jalani Sidang PK ).
Jadi, menurut dia, PKS akan menunggu, apalagi sudah sepuluh tahun belakangan ini partai itu menjadi oposisi. "Pasti akan memunculkan pemimpin baru, hanya saja pesan buat PKS jangan terlambat memunculkan tokoh karena enggak ada tokoh yang instan, tapi harus ada tokoh yang memang sudah sejak awal diperkenalkan kepada publik," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Dewan Pimpinan Pusat DPP PKS Al Muzzammil Yusuf mengatakan bahwa konstelasi capres sangat ditentukan oleh syarat capres dalam undang-undang. "Jika syarat masih seperti yang lalu, semua partai dipaksa harus berkoalisi. Maka isu bursa capres dan koalisi capres baru akan matang pada akhir 2022 atau awal 2023," ujar Muzammil Yusuf.
Dia mengatakan, fokus kerja PKS saat ini adalah mengoptimalisasi peran oposisi konstruktif di DPR RI. Sedangkan di daerah, kata dia, kader, fungsionaris dan pejabat publik juga terus berkerja secara optimal.
Lebih lanjut dia mengatakan, PKS juga akan merekrut tokoh-tokoh terbaik bangsa dari segala lapisan dan levelnya, di pusat dan daerah. "Alhamdulillah sejauh ini kerja PKS sebagai oposisi mendapat respons positif publik. Terlihat dari laporan berbagai lembaga survei Pemilu. Mudah-mudahan hal ini bisa jadi modal yang bagus untuk bursa Capres 2024," pungkasnya.
Jadi, menurut dia, PKS akan menunggu, apalagi sudah sepuluh tahun belakangan ini partai itu menjadi oposisi. "Pasti akan memunculkan pemimpin baru, hanya saja pesan buat PKS jangan terlambat memunculkan tokoh karena enggak ada tokoh yang instan, tapi harus ada tokoh yang memang sudah sejak awal diperkenalkan kepada publik," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Dewan Pimpinan Pusat DPP PKS Al Muzzammil Yusuf mengatakan bahwa konstelasi capres sangat ditentukan oleh syarat capres dalam undang-undang. "Jika syarat masih seperti yang lalu, semua partai dipaksa harus berkoalisi. Maka isu bursa capres dan koalisi capres baru akan matang pada akhir 2022 atau awal 2023," ujar Muzammil Yusuf.
Dia mengatakan, fokus kerja PKS saat ini adalah mengoptimalisasi peran oposisi konstruktif di DPR RI. Sedangkan di daerah, kata dia, kader, fungsionaris dan pejabat publik juga terus berkerja secara optimal.
Lebih lanjut dia mengatakan, PKS juga akan merekrut tokoh-tokoh terbaik bangsa dari segala lapisan dan levelnya, di pusat dan daerah. "Alhamdulillah sejauh ini kerja PKS sebagai oposisi mendapat respons positif publik. Terlihat dari laporan berbagai lembaga survei Pemilu. Mudah-mudahan hal ini bisa jadi modal yang bagus untuk bursa Capres 2024," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :