Capres 2024, AHY-Cak Imin Dinilai 'Perkawinan' Militer dan Santri Modern

Sabtu, 09 Januari 2021 - 08:01 WIB
loading...
Capres 2024, AHY-Cak...
Nama Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) kerap nangkring di papan lembaga survei. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Nama Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ) dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar ( Cak Imin ) kerap nangkring di papan lembaga survei.

(Baca juga: Jalin Komunikasi dengan PPP, Warganet: AHY-Taj Yasin Maimoen Capres-Cawapres 2024)

Meski elektabilitas kedua tokoh pemimpin partai itu tak 'semoncer' Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, tapi peluang keduanya tetap terbuka untuk berkompetisi di 2024 mendatang.

(Baca juga : Valentino Rossi Bukan Lagi Ancaman, Tak Lagi Bertaji di MotoGP )

Baru-baru ini Litbang Sindo Media merilis hasil survei beberapa figur yang berpeluang di 2024. Polling yang dilakukan secara online menempatkan AHY dan Cak Imin masuk deretan lima besar di bawah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang menempati urutan kedua.

(Baca Juga : Perkawinan Militer-Santri Sering Gagal, Bagaimana Peluang AHY-Cak Imin di 2024? )

Uniknya, nama Cak Imin menggeser AHY di papan klasmen. Lalu bagaimana jika simulasinya menduetkan AHY-Cak Imin? (Baca juga: Cak Imin Simbol Politik NU, Wajar Masuk Bursa Capres 2024)

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menilai, sejauh ini tokoh-tokoh yang terpotret oleh lembaga survei memiliki peluang yang sama. Tak terkecuali AHY dan Cak Imin, yang selain tokoh nasional juga pemimpin partai politik.

"Secara ketokohan cukup menjual, AHY mewakili sekaligus penggerak suara kalangan muda nasionalis, sementara Muhaimin membawa ceruk santri," tutur Dedi saat dihubungi SINDOnews, Sabtu (9/1/2021).

(Baca juga : Kurang Ajar, Perusuh Capitol Ini Garuk Kemaluannya di Meja Ketua DPR AS )

Hanya saja, menurut Dedi, perpaduan AHY-Cak Imin tak serta merta diterima dengan baik oleh responden. Menurut dia, performa personal keduanya harus disinergikan dengan performa politik yakni Demokrat dan PKB yang saat ini belum cukup mampu mengakomodir Parpol lain untuk berkoalisi.

Di sisi lain, perpaduan sesama Jawa masih juga sulit untuk skema AHY-Muhaimin. Menurutnya, pasangan sesama Jawa hanya potensial berlaku pada tokoh dengan kharisma dan pengaruh yang cukup besar.

"Artinya, untuk mewujudkan kombinasi AHY-Muhaimin, perlu adanya konsolidasi pada Parpol lain yang mungkin bisa menjadi motor koalisi," jelas Dedi menandaskan.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
Tuduhan ke AHY terkait...
Tuduhan ke AHY terkait SPPG Dinilai Tak Proporsional, Pengamat: Publik Harus Rasional
Menko AHY-Dewan Maritim...
Menko AHY-Dewan Maritim Rusia Kerja Sama Pembangunan PLTN Terapung dan Kapal Cepat
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
AHY Dukung Putusan MK...
AHY Dukung Putusan MK yang Pertegas Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
Prabowo Instruksikan...
Prabowo Instruksikan Sinkronisasi Data Bansos, 88 Daerah Jadi Prioritas Pengentasan Kemiskinan
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
Sumatera Blackout, AHY:...
Sumatera Blackout, AHY: Sedang Diinvestigasi Permasalahan Utama
Ecosperity Week 2026...
Ecosperity Week 2026 di Singapura, Menko AHY Ungkap Kunci Ketahanan dan Infrastruktur Berkelanjutan Asia
Rekomendasi
Spanyol vs Cape Verde:...
Spanyol vs Cape Verde: La Roja di Ambang Pesta Gol
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
10 Pertandingan Terbaik...
10 Pertandingan Terbaik dalam Sejarah Piala Dunia: Ada Tangan Tuhan Maradona hingga Magis Messi
Berita Terkini
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
BGN Pastikan Anggaran...
BGN Pastikan Anggaran MBG Dikurangi, Ini Alasannya
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved