Kemesraan Dua Ikon NU-Muhammadiyah, Prof Mu'ti Hadiahi Gus Yaqut Buku
Jum'at, 08 Januari 2021 - 21:16 WIB
loading...
A
A
A
Satu buku berjudul "TOLERANSI YANG OTENTIK: Menghadirkan Nilai Kemanusiaan dan Keterbukaan dalam Beragama, Berpolitik, dan Peradaban Global" yang ditulis Abdul Mu'ti sendiri, dan satu buku berjudul PLURALISME POSITIF: Konsep dan Implementasi dalam Pendidikan Muhammadiyah karangan Mu'ti bersama Azaki Khoirudin, serta buku Pidato Pengukuhan Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Agama Islam berjudul Pendidikan Agama Islam yang Pluralistis: Basis Nilai dan Arah Pembaharuan. "Kagem Gus Yaqut, Semoga Bermanfaat," tulis Mu'ti dalam lembaran pertama buku yang dihadiahkan kepada Gus Yaqut disertai dengan tanda tangan.
Ditanya mengenai pertemuan tersebut, Gus Yaqut mengaku itu sebenarnya hanya silaturahmi biasa. "Itu silaturahmi biasa. Pertemuan dengan makan siang. Santap seafood. Kami berdua suka sekali dengan seafood," tutur mantan anggota DPR RI ini.
Gus Yaqut mengaku sudah sangat kenal dekat dengan Mu'ti, bahkan sebagai sahabat dekat. Pertemuan pun banyak diisi dengan canda tawa dan berbagi joke. "Ya layaknya guyonan khas pesantren. Saya suka guyon khas NU, dan Prof Mu'ti dulu juga belajarnya di madrasah, belajar kitab kuning juga. Bahkan beliau mengaku belajar salat atau fasholatan dari kitab Al Ibriz yang dikarang kakek saya, KH Bisri Mustofa," tuturnya.
Gus Yaqut juga menceritakan bahwa Prof Mu'ti sebagai salah satu tokoh sentral Muhammadiyah, ternyata sangat akrab dan sering bergumul dengan tokoh-tokoh NU seperti Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang sebelumnya juga menjadi Ketum GP Ansor. "Dalam beberapa kegiatan Ansor, Pak Mu'ti juga kerap ikut tahlilan," katanya.
Dengan nada bercanda, Mu'ti bahkan mengaku sering disebut lebih fasih dalam membaca tahlilan dibanding Gus Ipul. "Saya malah dibilang lebih fasih tahlilan ketimbang Gus Ipul. Hahaha," cetus Mu'ti seperti ditirukan Gus Yaqut.
Ditanya mengenai pertemuan tersebut, Gus Yaqut mengaku itu sebenarnya hanya silaturahmi biasa. "Itu silaturahmi biasa. Pertemuan dengan makan siang. Santap seafood. Kami berdua suka sekali dengan seafood," tutur mantan anggota DPR RI ini.
Gus Yaqut mengaku sudah sangat kenal dekat dengan Mu'ti, bahkan sebagai sahabat dekat. Pertemuan pun banyak diisi dengan canda tawa dan berbagi joke. "Ya layaknya guyonan khas pesantren. Saya suka guyon khas NU, dan Prof Mu'ti dulu juga belajarnya di madrasah, belajar kitab kuning juga. Bahkan beliau mengaku belajar salat atau fasholatan dari kitab Al Ibriz yang dikarang kakek saya, KH Bisri Mustofa," tuturnya.
Gus Yaqut juga menceritakan bahwa Prof Mu'ti sebagai salah satu tokoh sentral Muhammadiyah, ternyata sangat akrab dan sering bergumul dengan tokoh-tokoh NU seperti Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang sebelumnya juga menjadi Ketum GP Ansor. "Dalam beberapa kegiatan Ansor, Pak Mu'ti juga kerap ikut tahlilan," katanya.
Dengan nada bercanda, Mu'ti bahkan mengaku sering disebut lebih fasih dalam membaca tahlilan dibanding Gus Ipul. "Saya malah dibilang lebih fasih tahlilan ketimbang Gus Ipul. Hahaha," cetus Mu'ti seperti ditirukan Gus Yaqut.
Lihat Juga :