Jokowi Pilih Calon Kapolri yang Manut, Bukan Polisi Reformis
Jum'at, 08 Januari 2021 - 08:25 WIB
loading...
Presiden Jokowi diyakini telah memilih sosok calon kapolri penurut, bukan sosok polisi yang reformis. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti meyakini Presiden Jokowi akan memilih calon kapolri yang benar-benar manut (tunduk dan patuh) terhadap perintah dan kebijakannya. Karena itu sulit berharap calon kapolri ideal bakal dipilih Jokowi.
"Mengapa? Sejak masa kepemimpinan pak Jokowi, polisi menjadi salah satu bagian dari kekuatan pak Jokowi dalam menata kekuasaan. Situasi yang sama, nampaknya, juga akan terjadi di era kedua ini. Bahkan boleh jadi makin kuat," tutur Ray merespons kriteria calon Kapolri yang tepat saat dihubungi SINDOnews, Jumat (8/1/2021).
(Baca: Jelang Pensiun, Kapolri Idham Azis Pamit ke Presiden)
Ray menilai, gaya kepemimpinan di periode kedua yang tampak elitis memang mengaburkan visi perubahan, reformasi dan kerakyatan dari karakter Jokowi sendiri. Dan umumnya, gaya kepemimpinan elitis lebih mempertahankan status quo dari pada perubahan.
"Maka dalam hal inilah mengapa pak Jokowi membutuhkan figur yang kiranya lebih bisa mengademkan internal kepolisian dari pada figur reformis yang sedikit banyak akan menimbulkan gejolak," ujarnya.
"Mengapa? Sejak masa kepemimpinan pak Jokowi, polisi menjadi salah satu bagian dari kekuatan pak Jokowi dalam menata kekuasaan. Situasi yang sama, nampaknya, juga akan terjadi di era kedua ini. Bahkan boleh jadi makin kuat," tutur Ray merespons kriteria calon Kapolri yang tepat saat dihubungi SINDOnews, Jumat (8/1/2021).
(Baca: Jelang Pensiun, Kapolri Idham Azis Pamit ke Presiden)
Ray menilai, gaya kepemimpinan di periode kedua yang tampak elitis memang mengaburkan visi perubahan, reformasi dan kerakyatan dari karakter Jokowi sendiri. Dan umumnya, gaya kepemimpinan elitis lebih mempertahankan status quo dari pada perubahan.
"Maka dalam hal inilah mengapa pak Jokowi membutuhkan figur yang kiranya lebih bisa mengademkan internal kepolisian dari pada figur reformis yang sedikit banyak akan menimbulkan gejolak," ujarnya.
Lihat Juga :