Arwani Thomafi Mundur dari DPR karena Jadi Sekjen PPP, Pengamat Sebut Tidak Istimewa
Kamis, 07 Januari 2021 - 20:49 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga: Hanafi Rais Mundur dari DPR sejak Mei, Ini Alasan PAN Belum Lakukan PAW ).
Sehingga, kata Dedi, pilihan PPP melarang rangkap jabatan Sekjen dengan legislatif tidak istimewa. "Bahkan cenderung kehilangan momentum relasi antarparpol di parlemen, dengan tetap berada di parlemen justru dapat menjaga kepentingan parpol," tuturnya.
(BACA JUGA : FPI Berganti Nama, Sahroni Komisi III: Kalau Daftar Tolak Saja )
Kecuali, lanjut dia, ada maksud lain dari pilihan itu. "Semisal mengganti peran fungsional ketua umum untuk lakukan konsolidasi, mengingat ketua umum PPP adalah pejabat publik, jika ini yang diagendakan maka tepat," pungkasnya.
(Baca juga: Ditunjuk Jadi Sekjen PPP, Arwani Thomafi Mundur dari DPR ).
Sehingga, kata Dedi, pilihan PPP melarang rangkap jabatan Sekjen dengan legislatif tidak istimewa. "Bahkan cenderung kehilangan momentum relasi antarparpol di parlemen, dengan tetap berada di parlemen justru dapat menjaga kepentingan parpol," tuturnya.
(BACA JUGA : FPI Berganti Nama, Sahroni Komisi III: Kalau Daftar Tolak Saja )
Kecuali, lanjut dia, ada maksud lain dari pilihan itu. "Semisal mengganti peran fungsional ketua umum untuk lakukan konsolidasi, mengingat ketua umum PPP adalah pejabat publik, jika ini yang diagendakan maka tepat," pungkasnya.
(Baca juga: Ditunjuk Jadi Sekjen PPP, Arwani Thomafi Mundur dari DPR ).
(zik)
Lihat Juga :