Fahri Hamzah Sindir Risma, Jelaskan Beda Wali Kota dengan Menteri
Rabu, 06 Januari 2021 - 18:03 WIB
loading...
A
A
A
Fahri meminta staf Risma untuk memberitahu kepada mantan Wali Kota Surabaya itu tentang perbedaan wali kota dan menteri. "Stafnya Bu Risma harus kasih tahu beliau beda jadi wali kota dan menteri. Perbedaan tidak saja pada filosofi, skala, juga metode. Menteri Tidak dipilih tapi ditunjuk, kerja sektoral saja dan berlaku di seluruh negeri. Wali Kota dipilih, non sektoral tapi terbatas kota. #MenSOS," cuit politikus Partai Gelora Indonesia ini. (Baca juga: Risma Ditantang Blusukan ke Pelosok Kalimantan, NTT, dan Papua )
Fahri pun membeberkan tentang kerja seorang menteri. "Kalau ada data, analisa, keluar konsep, lapor presiden, hearing di @DPR_RI muncul kritik, muncul koreksi, publik nimbrung lalu bikin kesimpulan akhir, lalu eksekusi secara massif nasional melalui jalur-jalur struktural. Barulah masalah selesai. Itu kerja negara bukan kerja media," lanjutnya.
Fahri mendoakan siapa pun yang memberi hatinya kepada rakyat jadi pemimpin di negeri ini. "Kita doakan siapa pun yang memberi hatinya kepada rakyat jadi pemimpin di negeri ini. Tapi tolong juga pakai ilmu. Kerja pakai konsep dan jangan tiba masa tiba akal, sibuk dianggap sukses dan citra dianggap kinerja. Situasi sulit, uang makin sedikit tolong jangan sia-siakan waktu. Thanks," cuitnya.
(Baca juga : Ormas Dinilai Harus Menjadi Pengayom Persatuan )
Cuitan Fahri juga dibalas oleh politikus Partai Gerindra Fadli Zon. "Kayaknya Bro @Fahrihamzah telah kehilangan kesabaran menonton drama “post-absurd” yang dilakoni pemeran utama kawakan," tulis akun @fadlizon.
Fahri pun membeberkan tentang kerja seorang menteri. "Kalau ada data, analisa, keluar konsep, lapor presiden, hearing di @DPR_RI muncul kritik, muncul koreksi, publik nimbrung lalu bikin kesimpulan akhir, lalu eksekusi secara massif nasional melalui jalur-jalur struktural. Barulah masalah selesai. Itu kerja negara bukan kerja media," lanjutnya.
Fahri mendoakan siapa pun yang memberi hatinya kepada rakyat jadi pemimpin di negeri ini. "Kita doakan siapa pun yang memberi hatinya kepada rakyat jadi pemimpin di negeri ini. Tapi tolong juga pakai ilmu. Kerja pakai konsep dan jangan tiba masa tiba akal, sibuk dianggap sukses dan citra dianggap kinerja. Situasi sulit, uang makin sedikit tolong jangan sia-siakan waktu. Thanks," cuitnya.
(Baca juga : Ormas Dinilai Harus Menjadi Pengayom Persatuan )
Cuitan Fahri juga dibalas oleh politikus Partai Gerindra Fadli Zon. "Kayaknya Bro @Fahrihamzah telah kehilangan kesabaran menonton drama “post-absurd” yang dilakoni pemeran utama kawakan," tulis akun @fadlizon.
(dam)
Lihat Juga :