DPR Minta Pencairan BLT Dana Desa Tak Perlu Birokrasi Berbelit
Jum'at, 17 April 2020 - 07:25 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mengatakan BLT Dana Desa akan cair sebelum bulan Ramadan mendatang. Nantinya setiap keluarga penerima BLT memperoleh bantuan Rp600.000 yang dibayarkan langsung untuk tiga bulan sehingga mereka akan menerima Rp1,8 juta. "BLT dana desa ini sasarannya adalah warga miskin yang belum menerima PKH, yang belum menerima bantuan pangan nontunai, yang belum menerima kartu prakerja," ujarnya.
Dia berharap bantuan ini bisa digunakan warga desa untuk membeli kebutuhan menjelang Ramadan. Dia berharap penyaluran BLT dapat meringankan beban warga desa. "Ini sangat dibutuhkan oleh warga masyarakat apalagi minggu ketiga bulan April sudah masuk bulan Ramadan," ucapnya.
Abdul Halim pun menginstruksikan kepala desa dan pemerintah daerah dapat segera merampungkan data penerima BLT. "Tolong dilakukan pendataan secepat mungkin kalau bisa dalam waktu 1-2 hari ini di Pulau Jawa sudah selesai pendataan supaya bisa dilihat berapa kapasitas yang harus ditangani oleh desa," ujar Abdul Halim.
Untuk diketahui berdasarkan Permendes Nomor 6 tahun 2020 yang mengatur pengalihan penggunaan prioritas dana desa tahun 2020 untuk BLT Dana Desa akan ada Rp22,4 triliun anggaran yang akan dibagikan kepada 12 juta lebih kepala keluarga (KK) yang masuk dalam kategori miskin atau prasejahtera di seluruh Indonesia yang terdampak Covid-19.
Proses pendataan akan dilakukan oleh relawan desa lawan Covid-19 di tingkat RT, RW, hingga desa. Data yang terkumpul kemudian diverifikasi oleh Musyawarah Desa dan hasilnya ditandatangani oleh kepala desa. Selanjutnya, data tersebut dilaporkan kepada bupati atau wali kota melalui camat dan pelaksanaan program BLT dalam lima hari kerja per tanggal diterima oleh kecamatan. (Abdul Rochim)
Dia berharap bantuan ini bisa digunakan warga desa untuk membeli kebutuhan menjelang Ramadan. Dia berharap penyaluran BLT dapat meringankan beban warga desa. "Ini sangat dibutuhkan oleh warga masyarakat apalagi minggu ketiga bulan April sudah masuk bulan Ramadan," ucapnya.
Abdul Halim pun menginstruksikan kepala desa dan pemerintah daerah dapat segera merampungkan data penerima BLT. "Tolong dilakukan pendataan secepat mungkin kalau bisa dalam waktu 1-2 hari ini di Pulau Jawa sudah selesai pendataan supaya bisa dilihat berapa kapasitas yang harus ditangani oleh desa," ujar Abdul Halim.
Untuk diketahui berdasarkan Permendes Nomor 6 tahun 2020 yang mengatur pengalihan penggunaan prioritas dana desa tahun 2020 untuk BLT Dana Desa akan ada Rp22,4 triliun anggaran yang akan dibagikan kepada 12 juta lebih kepala keluarga (KK) yang masuk dalam kategori miskin atau prasejahtera di seluruh Indonesia yang terdampak Covid-19.
Proses pendataan akan dilakukan oleh relawan desa lawan Covid-19 di tingkat RT, RW, hingga desa. Data yang terkumpul kemudian diverifikasi oleh Musyawarah Desa dan hasilnya ditandatangani oleh kepala desa. Selanjutnya, data tersebut dilaporkan kepada bupati atau wali kota melalui camat dan pelaksanaan program BLT dalam lima hari kerja per tanggal diterima oleh kecamatan. (Abdul Rochim)
(ysw)
Lihat Juga :